Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua Gerakan Masyarakat Pembela Aspirasi Rakyat Jawa Timur (GEMPAR JATIM), M. Zahdi mendesak DPRD dan Pemkot mengambil alih pengelolaan jaringan air di sejumlah perumahan mewah.
Desakan itu disampaikan saat Gempar Jatim menggelar demonstrasi di depan Gedung DPRD Kota Surabaya, Selasa (8/9).
Baca juga: Gempar Jatim Sebut Warga 'Dicopet' Melalui Tagihan Air Rp11 Ribu
Zahdi menganggap pengelolaan jaringan air di kawasan perumahan masih terjadi persoalan karena belum terdapat langkah konkret untuk mengambil alih jaringan tersebut.
“Kami tahu bahwa salah satu anggota dewan telah bersuara, tetapi DPRD sebagai lembaga legislasi tidak ada tindakan konkret untuk mengambil alih paksa,” kata Zahdi.
Menurut dia, Pemkot maupun PDAM juga belum menunjukkan langkah konkret terkait persoalan tersebut. Padahal, Gempar Jatim meyakini PDAM mampu menyalurkan air ke seluruh wilayah Kota Surabaya.
Zahdi merujuk pernyataan humas PDAM yang menyebut perusahaan daerah itu mampu menyalurkan air ke seluruh wilayah Kota Surabaya.
“PDAM mampu menyalurkan air Kota Surabaya. Mampu apa tidak?” teriak Zahdi yang kemudian dijawab massa dengan seruan setuju.
Baca juga: GEMPAR JATIM Guyur DPRD Surabaya dengan Air
Ia mengatakan persoalan air berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat. Maka dari itu, pengelolaannya tidak seharusnya diserahkan kepada mekanisme yang berpotensi merugikan warga.
Zahdi juga mengaitkan persoalan air dengan pendapatan asli daerah (PAD). Menurut dia, ketika pengelolaan air berada di tangan PDAM, potensi pendapatan daerah sekaligus pelayanan kepada masyarakat dapat dikendalikan pemerintah daerah.
“Ketika ngomong Komisi B, maka ngomong pendapatan asli daerah,” kata dia.
Baca juga: Hari ini GEMPAR JATIM Demo Tiga Titik, Soroti Pengelolaan Air Bersih di Surabaya
Gempar Jatim meminta DPRD dan Pemkot segera mengambil langkah konkret. Zahdi mengatakan pihaknya akan menunggu respons pemkot selama tujuh kali 24 jam.
Jika tuntutan tidak ditindaklanjuti, Gempar Jatim berencana mendirikan tenda di depan Gedung DPRD Surabaya dan menginap di lokasi tersebut.
“Ini kan rumah wakil rakyat,” tegas Zahdi. (Roy/mmt)
Editor : Miftahul Rachman