Jakarta, JatimUPdate.id - Presiden RI Prabowo Subianto menginstruksikan TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk segera melakukan pencarian terhadap lima jurnalis bersama tiga kru kapal yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.
Baca juga: Lima Jurnalis dan Tiga Kru Kapal Hilang di Selat Sunda, BM PAN Desak Pencarian Ditingkatkan
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengatakan, instruksi tersebut telah diberikan Presiden Prabowo sejak rombongan dilaporkan hilang kontak pada Senin malam, 7 September 2026.
"Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian. Di hari itu juga TNI AL langsung mengirim kapal-kapalnya," ujar Teddy dalam keterangannya, Kamis (10/9/2026).
Menindaklanjuti instruksi tersebut, operasi pencarian langsung dilakukan dengan melibatkan sejumlah unsur gabungan. Sebanyak 11 kapal dikerahkan untuk menyisir wilayah yang diduga menjadi lokasi keberadaan rombongan.
Berdasarkan laporan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL), sebelas unsur yang terlibat dalam operasi pencarian tersebut terdiri dari KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, serta KP Sanjaya-7017.
Teddy mengatakan pengerahan belasan kapal tersebut menunjukkan operasi pencarian dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur dan kekuatan secara bersama-sama.
Operasi hingga kini masih diarahkan untuk menemukan seluruh anggota rombongan yang belum diketahui keberadaannya.
Baca juga: Efisiensi “Menikam” Presiden Prabowo
Pemerintah berharap seluruh jurnalis dan kru kapal dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat.
"Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat," kata Teddy.
Hilang Kontak Saat Liputan Erupsi
Rombongan yang terdiri dari lima jurnalis, dua awak kapal, dan seorang pemandu tersebut dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.
Baca juga: PWI Nganjuk: Tak Ada Berita Seharga Nyawa
Mereka sebelumnya bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, Banten, menggunakan sebuah speedboat. Rombongan berangkat untuk melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau yang dilaporkan mengalami erupsi sejak akhir pekan.
Lima jurnalis yang berada dalam rombongan tersebut yakni M Bagus Khoirunnas, jurnalis ANTARA; Ari Basuki, jurnalis Merdeka; Yudhis, jurnalis iNews; Daus, jurnalis Anadolu; serta Donal, pewarta lepas.
Sementara itu, dua awak kapal masing-masing bernama Warta (55) dan Surakman (60). Adapun pemandu dalam perjalanan tersebut adalah Heriyanto (49).
Hingga kini, upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan dengan mengerahkan sejumlah kapal untuk menyisir wilayah perairan di sekitar lokasi hilangnya rombongan.(ih/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat