Dukung Hilirisasi Mata Air dan Pengelolaan Karbon untuk Beasiswa Desa

Wakadivre Perum Perhutani Jawa Timur Kunjungi Kantor Lab. MaBuRag FISIP UNAIR

avatar Yuris. T. Hidayat
  • URL berhasil dicopy
Kunjungan ke Kantor Lab. MaBuRag FISIP UNAIR
Kunjungan ke Kantor Lab. MaBuRag FISIP UNAIR

Surabaya, JatimUPdate.id - Wakil Kepala Divisi Regional (Wakdivre) Perum Perhutani Jawa Timur (Jatim), Ir. Sofiudin Nurmansyah, S.Hut. mengunjungi kantor Laboratorium Manusia, Budaya, dan Ragawi (Lab. MaBuRag) Departemen Antropologi FISIP Universitas Airlangga (UNAIR). 

Kunjungan ini diterima langsung oleh Koordinator Lab. MaBuRag, Prof. Dr. Drs. H. Muhammad Adib, MA., dan tim peneliti di Ruang Lab. Antropologi FISIP UNAIR pada Jumat, (11/09/2026). 

Agenda kunjungan ini, antara lain membahas keberlanjutan kerja sama yang dirancang sebelumnya dalam penelitian luaran terapan model (PTM) berjudul “Inovasi Model Green Scholarship Berbasis Etnosains: Transformasi Aset Biomassa dan Mata Air Menjadi Dana Abadi Beasiswa di Kawasan Bromo”.  

Riset kolaborasi ini dilaksanakan atas kerjasama antara UNAIR dengan UGM, BRIN, dan Perum Perhutani Divisi Regional Jawa Timur.

Wakadivre, yang baru bertugas dua bulan di Jawa Timur ini-- sebelumnya, sebagai Sekretaris Perum Perhutani--menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung keberlanjutan kerja sama dengan Lab. MaBuRag.

Menurutnya, riset ini memiliki tujuan yang mulia karena mengupayakan konservasi mata air dan pengelolaan karbon menjadi beasiswa bagi warga masyarakat.

Dalam pengelolaan mata air, selama ini, Perhutani belum pernah memperoleh kompensasi atas pemanfaatan sumber daya air dari para dunia usaha dan industri (Dudi) di kawasan yang dikelolanya.

“Jika model hilirisasi mata air ini terwujud, hal tersebut dapat membuka peluang bagi Perhutani untuk memperoleh manfaat sekaligus mendukung program untuk membantu masyarakat,” ujar Sofiudin.

Pada aspek karbon, Perhutani mulai mempersiapkan pengelolaan karbon secara lebih serius. Sejak bulan Agustus 2026, Kantor Pusat Perhutani telah membentuk Project Management Officer (PMO) untuk menangani pengembangan karbon berkelanjutan.

“Harapan saya pada penelitian ini, semoga dapat diselesaikan hingga tuntas dan bisa diterapkan di tempat lain juga, nggeh.... Tujuannya mulia. Hasilnya untuk beasiswa. Kami menyambut baik penelitian ini dan berharap ada masukan dan saran dari pihak akademisi yang dapat membantu kami dalam mengembangkan program-program melalui kerja sama seperti ini,” lanjut Sofiudin.

Ia juga menegaskan pentingnya keterlibatan warga setempat dalam tiap program yang dijalankan “Kami menyadari bahwa pendekatan ke masyarakat berbasis sosial merupakan hal yang sangat diperlukan dalam perencanaan dan pelaksanaan program,” tambahnya.

Sebagai tindak lanjut, Lab. MaBuRag FISIP UNAIR dan Perhutani Jawa Timur akan dibahas oleh tim legal kedua pihak dalam penyusunan dokumen perjanjian kerja sama (MOA).

Langkah ini juga merupakan bagian dari realisasi dukungan pendanaan dalam bentuk tunai yang telah ditetapkan oleh Kadivre Perhutani Jatim yang saat ini dijabat Wawan Triwibowo.

Perhutani juga membuka peluang dukungan terhadap penelitian dan magang bagi mahasiswa yang berkaitan dengan kawasan Perhutani. (rilis)

Pewarta Sunarso