Pemdes Sukorejo Konsisten Adakan Jumat Berkah, Bagikan Telur Puyuh Untuk Warga
BUMDesa Berkah Makmur Desa Sukorejo Budidaya Burung Puyuh Untuk Program Ketahanan Pangan Desa 2026
Kebomas, Gresik, JatiUPdate.id - Pemerintah Desa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, berkomitmen melaksanakan secara konsisten program utama Presiden Prabowo Subianto yaitu Ketahanan Pangan berbasis Desa.
Wujud program ketahanan pangan desa Sukorejo Kec. Kebomas tersebut berupa budidaya peternakan burung puyuh sebanyak 500 ekor.
Keberadaan budidaya burung puyuh tersebut menjadi bagian terhadap program pemenuhan peningkatan gizi warga desa.
Upaya itu berupa program pembagian telur puyuh hasil peternakan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) kepada siswa lembaga pendidikan di desa setempat yang dilakukan setiap hari jumat.
Secara khusus Redaksi JatimUPdate.id hadir pada kegiatan pembagian telur puyuh kepada warga dan siswa sekolah yang dilaksanakan pada Jumat (11/9/2026).
Untuk kalangan siswa dengan sasaran siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), dan Madrasah Ibtidaiyah (MI).
Sebanyak 141 siswa mendapatkan telur puyuh secara cuma-cuma.
Kepala Desa Sukorejo, Fathkur Rohman, mengatakan telur puyuh yang dibagikan merupakan hasil produksi peternakan Bumdes Sukorejo.
Awalnya ada 500 ekor, namun saat ini, peternakan tersebut memiliki sekitar 350 ekor burung puyuh yang setiap hari menghasilkan telur sekitar 3,5 kilogram.
“Ada sekitar 350 ekor puyuh dan hasil panennya telur setiap hari tiga kilo setengah,” ujar Fathkur kepada Redaksi JatimUPdate.id di Balaidesa Sukorejo, Kecamatan Kebomas, Kabupaten Gresik, Jumat Siang (11/09/2026).
Secara khusus Gus Rochman panggilan akrab Fathkur Rochman itu menyatakan pembagian telur puyuh tersebut tidak hanya menjadi bagian dari program ketahanan pangan desa, tetapi juga sebagai upaya membantu memenuhi kebutuhan gizi anak-anak sekolah.
“Tujuannya untuk membantu siswa sekolah supaya meningkatkan gizi anak sekolah biar lebih cerdas,” tuturnya.
Fathkur berharap kegiatan tersebut dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Bahkan, Pemdes Sukorejo berencana menjadikan pembagian telur puyuh sebagai kegiatan rutin setiap Jumat.
“Harapan ke depan, kegiatan ini berlanjut terus. Makanya kami berterima kasih kepada para donatur yang telah membeli telur puyuh dan kita bagikan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Ia menegaskan, program tersebut merupakan salah satu bentuk komitmen Pemerintah Desa Sukorejo dalam memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa.
“Kami pemerintah desa membagikan telur puyuh untuk ketahanan pangan,” jelasnya.
Tidak hanya menyasar siswa sekolah, telur puyuh hasil peternakan Bumdes tersebut juga dibagikan kepada anak yatim dan warga kurang mampu.
Dengan demikian, hasil usaha desa dapat memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Di sisi lain, Pemdes Sukorejo juga memanfaatkan peternakan puyuh tersebut untuk menggerakkan perekonomian warga.
Telur puyuh dijual kepada masyarakat dengan harga lebih murah, yakni sekitar Rp31.000, sementara harga di pasaran mencapai sekitar Rp37.000.
Selisih harga tersebut diharapkan dapat memberikan ruang bagi warga untuk menjual kembali telur puyuh sekaligus memperoleh tambahan penghasilan.
“Ada sekitar 10 warga yang beli untuk dijual kembali. Keuntungannya lumayan untuk menambah pemasukan mereka yang kebanyakan janda-janda,” jelas Fathkur.
Menurutnya, pola tersebut menjadi bagian dari upaya Pemdes Sukorejo menghidupkan geliat Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) warga.
Dengan adanya harga khusus dari Bumdes, warga memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan kembali produk tersebut.
Selain mengandalkan hasil usaha Bumdes, pelaksanaan program pembagian telur puyuh juga mendapat dukungan dari para donatur. Mereka secara sukarela bersedekah dengan membantu membeli telur puyuh yang kemudian dibagikan kepada masyarakat.
Melalui program tersebut, Pemdes Sukorejo berharap peternakan puyuh Bumdes tidak hanya menjadi sumber produksi pangan desa, tetapi juga mampu memberikan manfaat dalam peningkatan gizi, penguatan ketahanan pangan, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat. (za/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat