Surabaya,JatimUPdate.id - DPC Partai Kebangkitan Bangsa Surabaya, menggelar Pengukuhan Pengurus DPC, Orientasi Politik dan Muskercab DPC PKB Kota Surabaya Masa Bakti 2026-2031, di Platinum Tunjungan Surabaya, pada Minggu (20/9).
Ketua DPC PKB Surabaya, Mohammad Faridz Afif mengatakan, partainya saat ini diisi 91 pengurus dengan latar belakang berbeda.
Baca juga: Golkar Surabaya Petakan Skenario Pemekaran Dapil, Target 10 Kursi pada Pemilu 2029
"Pengurus PKB Surabaya ada 91," kata Afif,
Afif menyebut, pengurus tersebut ada yang bekerja sebagai profesional, mantan wartawan, Gen Z, hingga aktivis.
Bahkan kata Afif, partainya juga memperkuat lini struktur organisasi dengan merekrut pengurus dari kalangan non-muslim.
"Karena Garda Berani di Surabaya, badan otonomnya PKB yang di dalamnya untuk menaungi kelompok non-muslim," urai Afif.
Afif menambahkan, kekuatan PKB saat ini merupakan bagian warisan dari Musyafak Rouf.
Ia menegaskan, Musyafak Rouf selama ini totalitas berjuang, membangun dan membesarkan PKB di kota Pahlawan.
Baca juga: Ini Kata Pakar soal Dampak Pemecatan Achmad Hidayat sebagai Kader PDIP
"Abah Musyafak dulu Ketua PKB Surabaya sebelum saya yang membajak sawah. Beliau membajak sawah. Beliau yang menanam benih," tutur Afif.
Maka dari itu, Afif menekankan pengurus dan kader juga harus totalitas menyongsong pesta demokrasi mendatang
Sebab totalitas itu, akan membawa PKB meraih kemanangan pada Pemilu 2029 dan Surabaya akan ijo royo-royo.
"Hari ini tugas saya dengan pengurus DPC yang baru memupuk dan menyiram. Kita lihat hasilnya nanti di 2029, Suroboyo ijo royo-royo," papar Afif.
Baca juga: Jerat Gila Biaya Sekolah
Afif meyakini target tersebut dapat diraih, karena pengurus PKB sangat solid kendati terdiri dari berbagai macam kalangan.
Sehingga kata Ketua Komisi B DPRD Surabaya itu, kerja PKB kolaborasi antara senior dan yunior untuk kemaslahatan umat.
"Perpaduan antara hari ini, semua kelompok kita bangun, semua komunitas kita bangun, semua anggota apa pun kita rangkul hari ini. Karena yang lebih penting dari politik adalah kemanusiaan," demikian Mohammad Faridz Afif. (RoyYh)
Editor : Yuris. T. Hidayat