Jerat Gila Biaya Sekolah
Catatan Redaksi - Jargon "sekolah gratis" untuk SMA/SMK di Surabaya ternyata masih menyisakan cerita miris.
Baru-baru ini, legislator NasDem Surabaya, Imam Syafi’i, harus turun tangan memberikan bantuan seragam olahraga dan atribut sekolah untuk seorang siswi SMK di kawasan Mojoklanggru Lor.
Siswi ini sebenarnya sudah menyiasati dengan memakai seragam lama dari sekolah yang sama.
Namun, karena ada perubahan aturan atribut dan seragam olahraga baru, keluarganya tetap tidak mampu menebusnya.
Di lapangan, total biaya seragam dan perlengkapan sekolah memang bisa menembus Rp3 hingga Rp4 juta setiap tahunnya.
Angka ini jelas bikin megap-megap keluarga prasejahtera.
Sayangnya, keluarga siswi ini dianggap "mampu" karena masuk kategori desil 6-10. Padahal realitanya tidak demikian.
Kasus ini merupakan tamparan sekaligus membuka mata pemerintah tentang lubang besar dalam sistem bantuan pendidikan.
Pemerintah kota tidak boleh membiarkan anak-anak Surabaya berangkat sekolah dengan rasa minder atau terancam putus sekolah hanya karena perkara seragam dan atribut baru.
Pun birokrasi dan aturan administratif di atas kertas, jangan sampai mematikan rasa kemanusiaan jika di lapangan mereka miskin dan butuh bantuan, ya wajib dibantu!
Sekarang, warga Surabaya menagih janji Wali Kota yang sempat bilang kalau data desil bukan satu-satunya penentu bantuan.
Pemkot Surabaya harus segera bergerak melakukan survei ulang dan verifikasi faktual di lapangan agar kriteria penerima bantuan diubah menjadi lebih fleksibel dan adil.
Editor : Redaksi