Sidoarjo (JatimUpdate.id) -Keluhan soal suara speaker dari masjid sering muncul. Keluhan itu sebenarnya hanyalah keluhan biasa. Namun pada kejadian tertentu sampai menimbulkan polemik keberatan dengan suara speaker masjid. Terkadang Keluhan terhadap kualitas speaker datang dari jamaah masjid itu sendiri
Speaker memang sudah dianggap bagian dari masjid. Bukan sekadar bagian, ia adalah bagian yang sangat penting. Orang Islam kini sulit membayangkan masjid tanpa speaker.
Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Provinsi Jawa Timur menyelenggarakan “Pelatihan Tata Suara Sound System Masjid” di Green Sunan Ampel Inn, Jl. Raya Juanda, Sidoarjo, Sabtu (8/9)
Diikuti oleh 100 orang perwakilan pengurus masjid dari semua kabupaten/kota di Jawa Timur. Tampil sebagai narasumber dari PT Galfa Indonesia dan DPP DMI.
Dikatakan oleh Muhammad Sujak ketua dewan masjid indonesia jawa timur, pelatihan tata suara ini merupakan salah satu dari beberapa program unggulan PW DMI Prov. Jawa Timur.
Dikatakan Muhammad Sujak, pelatihan tata suara ini sangat penting karena sound system masjid mempunyai fungsi yang besar. “Khotbah yang bagus, juga intonasi dan isi yang bagus, tapi kalau sound system kurang bagus, misalnya meledak-meledak, maka akan mempengaruhi jamaah dan jumlah jamaah akan berkurang,” kata Muhammad Sujak yang juga Ketua Badan Pengelola Masjid Nasional Al Akbar Surabaya ini.
Sementara itu Suhadi, Sekretaris PW DMI Prov. Jatim, mengatakan, peserta “Pelatihan Tata Suara Sound System” diikuti 100 orang dari rencana semula 50 orang. Setiap kabupaten/kota di Jawa Timur mengirim tiga orang yang terdiri atas dua orang petugas akustik dan satu orang perwakilan dari masjid agung.
Dikatakan oleh Suhadi, pelatihan tata suara masjid sudah diselenggarakan DMI sejak tahun 2013. Di Jawa Timur sendiri terdapat petugas akustik dengan dilengkapi 21 unit mobil akustik. Hanya saja yang menjadi kendala petugas akustik berganti-ganti orang karena itu perlu diadakan pelatihan secara rutin.
“Diharapkan dari pelatihan ini, karena peserta ada yang dari unsur ketua atau bidang DPD DMI, maka ke depan melakukan terobosan dengan melakukan pelatihan di daerah masing-masing, seperti pernah dilakukan di Kota Mojokerto. Kita harus mempunyai pemahaman yang sama bahwa sound system masjid harus prima dan sempurna,” kata Suhadi. (yah)
Editor : Redaksi