Komisi B Minta Pemkot Surabaya Jaga Harga Bahan Pokok Jelang Nataru

Reporter : Miftahul Rachman
Baktiono, dok Jatimupdate.id

Surabaya,JatimUPdate.id - Anggota Komisi B DPRD Surabaya, Baktiono meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat stabilitas harga bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026-2027.

Baktiono menilai Nataru, Ramadan, Idul Fitri, Iduladha hingga HUT Kemerdekaan RI merupakan momentum perputaran ekonomi yang cukup besar bagi masyarakat.

Baca juga: Komisi B Minta Diskotek Tak Lepas Tangan Terkait Keselamatan Pengunjung

"Karena di sana ada perayaan-perayaan yang juga banyak orang pembeli, dan juga hari libur, itu harus bisa diantisipasi," kata Baktiono, Kamis (5/11).

Menurutnya, menjelang Nataru, hotel, restoran, dan depot berlomba menyiapkan promo terbaik untuk menarik konsumen. 

Begitu pula destinasi wisata seperti THP Kenjeran, KBS, Mangrove, dan Taman Suroboyo yang menggelar berbagai event.

"Tentu dalam event-event tersebut ada demand, permintaan bahan kebutuhan pokok," tegasnya.

Baca juga: Soundsystem JAPAI Mati Dua Kali saat Demo di Depan Gedung DPRD Surabaya

Baktiono meyakini peningkatan permintaan bahan pokok merupakan siklus tahunan yang harus diantisipasi sejak dini. 

Baktiono menekankan tingginya permintaan tersebut tidak hanya diantisipasi pemerintah, namun juga masyarakat dan pengusaha

"Pemerintah sebagai informasi atau dan stabilisator. Kalau ada lonjakan itu wajar, tapi tidak terlalu tinggi, yang terdampak masyarakat kecil, masyarakat biasa, mereka yang bukan pengusaha," tukasnya.

Baca juga: Perbaikan Rutilahu Libatkan KTPR, Komisi C: Tingkatkan Perekonomian Warga 

Maka dari itu, Baktiono meminta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP), Dinkopumdag, serta bagian perekonomian Pemkot Surabaya menyiapkan langkah antisipasi terhadap kebutuhan bahan pokok.

Ia menegaskan, kenaikan harga harus dikendalikan agar tidak membebani masyarakat kecil atau wong cikik yang memiliki keterbatasan daya beli.

"Itu sudah antisipasi dan juga sudah mempersiapkan baik para pedagang maupun masyarakat agar nanti kalau ada lonjakan, itu tidak terlalu berpengaruh dengan siklus kehidupan masyarakat yang biasa bukan pengusaha," demikian Baktiono. (Roy/mmt).

Editor : Ibrahim

Trending Minggu Ini
Berita Terbaru