Kopi Pagi Bersama Mbah Gareng Dihari Minggu

jatimupdate.id
Mbah Gareng

Awali pagi dengan secangkir semangat dan sebatang harapan.

Itu fatwa pagi dari Al-mukarom dari daerah Rungkut Surabaya yaitu Mbah Gareng

Baca juga: Ontran-ontran Bak Sinetron FTV: Sebuah Drama yang Terus Berlanjut

Rambut boleh memutih semua, jalan juga sudah mulai gontai karena dimakan usia tapi soal menebara rasa bahagia, dan semangat hidup.

Mbah Gareng jawaranya! Lanjut kita geser ke cerita yang akan ditulis ya. Mbah Gareng berposisi sebagai aksesoris nyata dalam memotivasi penulis dalam menulis pada pagi ini!

Hari selalu baru Minggu pun sebentar lagi berganti, begitu cepat waktu berjalan. Kemarin masih hari Senin, sekarang sudah Minggu. Kemarin masih awal bulan sekarang sudah di ujung bulan.

Dan masih berkutat dalam jalur yang sama: proses selesaikan amanah, kuliah. Mahasiswa S3 di grup WhatsApp sedang berandai-andai kapan tahapan ujian selanjutnya dijalani. Ujian dijalani sebanyak 9 kali. Ada yang masih ujian tahap satu masih dibombardir dengan revisi, ada yang masuk ujian kual 3, 4, 5, 6, 7, bahkan yang sudah UAD tahap 8 tinggal tunggu Yudisium juga masih sibuk ketak-ketik di depan laptop. Revisi lagi!

Tapi semua sudah dimulai. Harus berani mengakhiri. Sahabat dalam perjuangan masih tekun berinteraksi di dalam grup: tanya kabar, tanya bagaimana promotor ini promotor itu, bagaimana koprom ini bagaimana koprom itu. Tak jarang ada teman yang sakit, ada masalah yang saling susul menyusul dialami sahabat di kelas yang sama. Entah di kelas dan grup WhatsApp yang lain, saya kira sama saja!

"Emplok'en wis siapa suruh kuliah S3!" Sambil digoda Mbah Gareng di warkop!

Mahasiswa program doktoral urusan yang mereka alami sungguh belibet: urusan keluarga, urusan Disertasi, urusan pekerjaan, bahkan tak jarang ada juga urusan dengan istri orang, dengan gadis anaknya orang!

_"Kok jek sempat ngurusi bojone wong lan prawan anak e wong, kan awakmu wis due anak lan bojo to bro," tanya diri ini kepada seorang kawan!"_

"Khilaf mas Agus!"

"Nek urusan khilaf, aku ora esoh melok-melok Iki bro!"

Ada seorang kawan berkata begini," Kuliah S3 itu bukan soal isi kepala dan kepintaran, namun lebih kepada soal Sinau Urip!"

Baca juga: Urip Ayem Tentrem: Menikmati Gending Lawas di Emper Omah

Sepertinya semakin benar quote yang disampaikan oleh seorang kolega tersebut. Saat dahulu di awal-awal kuliah pamitan kepadanya. Karena kolega tersebut ujian kehidupan saat tengah meraih gelar Ph.D nya juga begitu ruwet dengan hadirnya masalah yang bertubi-tubi. Alhamdulilah ia lulus dengan cum laude atas ujian hidup yang dialaminya, juga diganjar katagori yang sama pada selembar ijazah doktoralnya!

"Kudu pintar cari penghiburan untuk diri sendiri, Gus," tegas sang mentor tersebut!

Ia pun tak lupa untuk menyitir pendapat nya sang Kaisar Markus Aurelius yang menjadi *MBAH* nya Filsafat STOA: "Berpikir dan bertindak lah yang masih bisa engkau kendalikan, di luar itu lepaskan!"

Secercah sinar terang dari mentari di ufuk timur masuk ke halaman di warung kopi, pada pagi ini!

Menjalani kehidupan yang penuh ketidakpastian ini memang dibutuhkan keterampilan untuk menghadapi nya. Bila kita tidak terampil bisa terombang-ambing, terbawa arus dan gelombang pasang surutnya kehidupan. Juga itu berlaku untuk terampil saat menjadi mahasiswa doktoral, yang butuh lebih siap ditraining dalam kurikulum pelajaran hidup: ada spirit, ada sabar, ada gelisah, ada target, dan lain sebagainya.

Melarikan diri dari kenyataan bahwa harus berprogres melaksanakan ujian di tahap selanjutnya bisa jadi boleh-boleh saja dilakukan. Tapi risiko di depan juga sangat jelas harus diterima: bayar SPP lagi, dan tertunda lulus, juga tertunda melakukan *darma* kebajikan di dalam hidup di tempat yang lain!

Sehingga pilihannya hanya ada satu: dihadapi! Meski itu dengan tertatih, dan terus menjaga rasa antusias dan spirit diri jangan sampai padam. Untuk terus semangat menyelesaikan kuliah!

Baca juga: Inspirasi dari Kebaikan Kecil

Selamat hari Minggu, besok sudah hari Senin, saatnya menjemput takdir kembali. Selesaikan tugas-tugas sebagai mahasiswa S3, pergi ke kampus lagi, ke UB!

Tulisan ini dibuat tidak saja ingin menyemangati diri sendiri, juga siapa tahu bermanfaat untuk teman-teman senasib, yang hari-hari ini tengah berjibaku tuk selesaikan kuliah S3 nya.

Lelah boleh namun jangan menyerah agar mendapat lilahNya.

Tabrak terus maju terus.

Ganbatte!

AAS, 18 Juni 2023
Warkop Rungkut Surabaya

Editor : Nasirudin

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru