Masif bertemu Konstituen, Caleg PDIP Usung Program Unggulan Ganjar-Mahfud

Reporter : Ibrahim
Abdul Ghoni Muklash Ni'am

Surabaya,JatimUPdate.id - Program kampanye Capres-Cawapres Ganjar-Mahfud terus didengungkan oleh para caleg PDI Perjuangan serentak di seluruh Indonesia.

Di Surabaya, Caleg PDI Perjuangan nomor urut 4 Dapil 3 Surabaya Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am setiap hari turun ke bawah bertemu warga masyarakat, guna mensosialisasikan program Ganjar-Mahfud, serta program kampanye pencalegan dirinya didepan massa konstirtuennya.

Baca juga: KPU Bondowoso Bedah Buku Demokrasi Elektoral, Demokrasi Dilatih lewat Ruang Publik

“ Intens bertemu dengan warga masyarakat, terutama di Dapil 3 Surabaya yang meliputi 7 Kecamatan,” ujar Abdul Ghoni MN kepada wartawan saat dikonfirmasi di Surabaya soal program Ganjar-Mahfud Capres 2024, Jumat (02/02/2024).

Ia menjelaskan, dalam kampanye nasional Capres-Cawapres Ganjar-Mahfud hari Jumat tanggal 2 Februari 2024, Ganjar menilai mundurnya Mahfud MD sebagai Menkopulhukam untuk menjunjung tinggi integritas dan etika dalam pemilu.

Untuk itu, kata Abdul Ghoni MN yang merupakan putera asli daerah Bulak Kenjeran ini menambahkan, pilih lah calon pemimpin yang anti korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta calon pemimpin yang memiliki integritas tinggi.

Abdul Ghoni kembali mengatakan, saat kampanye caleg dirinya aktif mensosialisasikan sosok calon pemimpin bangsa ini untuk lima tahun kedepan, bahkan tahun berikutnya untuk Indonesia lebih maju dan menjadi bangsa yang disegani di mata internasional.

Selain sosialiasikan program Ganjar-Mahfud, terang Cak Ghoni sapaan Abdul Ghoni Mukhlas Ni’am, sebagai caleg PDIP di Dapil 3 Surabaya, edukasi bagaimana mencoblos surat suara penting dilakukan hingga tingkat bawah warga masyarakat.

“Masyarakat perlu diedukasi terus agar saat dibilik suara tidak sampai salah mencoblos caleg, partainya, dan Capres-Cawapresnya. Ingat, jangan sampai salah pilih caleg dan capres-cawapresnya,” pungkas Abdul Ghoni. (*)

Baca juga: Komisi D DPRD Surabaya Kawal Tunjangan Guru PAI, Abdul Ghoni: Jangan Sampai Terlambat Lagi

 

 

 

 

Baca juga: 27 Juli 1996, Saat Kantor Partai Menjadi Medan Sejarah

 

 

 

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru