Pemerintah Targetkan PSEL di 40 Kota

PSEL Bantargebang Mulai Dibangun, Bekasi Targetkan Olah 1.500 Ton Sampah per Hari

avatar Imam Hambali
  • URL berhasil dicopy
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama KSAD Jendral Maruli Simanjuntak tengah mendapat penjelasan tentang proyek PSEL di Bantar Gebang. Sampah diolah jadi energi listrik.
Menko Pangan Zulkifli Hasan bersama KSAD Jendral Maruli Simanjuntak tengah mendapat penjelasan tentang proyek PSEL di Bantar Gebang. Sampah diolah jadi energi listrik.

 

Bekasi, JatimUPdate.id - Pemerintah Kota Bekasi resmi memulai pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Bantargebang, Ciketing Udik, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menargetkan fasilitas tersebut dapat mulai beroperasi dalam waktu sekitar 18 bulan.

PSEL Bantargebang dirancang memiliki kapasitas pengolahan hingga sekitar 1.500 ton sampah per hari.

Menurut Tri, pembangunan PSEL menjadi salah satu langkah strategis untuk mengatasi persoalan sampah yang selama ini dihadapi Kota Bekasi.

Meski demikian, keberadaan fasilitas tersebut belum sepenuhnya menyelesaikan persoalan timbulan sampah harian.

Masih terdapat sekitar 300 ton sampah per hari yang harus ditangani melalui berbagai strategi lain, terutama pengurangan dan pemilahan sampah sejak dari sumber.

"Ini bukan berarti persoalan sampah selesai. Masih harus dibantu dengan proses pemilahan dari rumah sendiri. Kalau kita mulai memilah dari kediaman masing-masing, tentu akan mengurangi persoalan 300 ton sampah setiap harinya," ujar Tri.

Ia menekankan, pemilahan sampah tidak boleh hanya menjadi tanggung jawab rumah tangga. Gerakan tersebut harus dilakukan secara bersama-sama, mulai dari lingkungan sekolah, pusat perbelanjaan, perkantoran, kawasan perdagangan hingga lingkungan masyarakat.

Timbunan Sampah Lama Jadi Perhatian

Pada saat yang sama, timbunan sampah lama yang selama bertahun-tahun menjadi persoalan lingkungan di kawasan Bantargebang juga disiapkan untuk diolah menjadi sumber energi alternatif.

Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak mengatakan TNI AD siap turut mengolah timbunan sampah lama menggunakan teknologi pirolisis.

Hal itu disampaikan Maruli saat menghadiri ground breaking PSEL di Ciketing, Bantargebang, Bekasi, Jawa Barat, Rabu (26/8/2026).

Maruli menjelaskan, teknologi pirolisis nantinya digunakan untuk mengolah timbunan sampah lama yang telah bercampur dan menumpuk selama bertahun-tahun. Hasil pengolahan tersebut salah satunya ditargetkan menjadi bahan bakar, khususnya solar.

Menurut Maruli, tantangan terbesar bukan semata-mata teknologi yang digunakan, melainkan proses memilah timbunan sampah lama yang telah berada di lokasi pembuangan dalam waktu panjang.

"Yang kami akan olah adalah timbunan-timbunan sampah lama. Yang inilah mungkin sampai dengan sekarang masih belum ada yang bisa memilah ini (sampah lama)," kata Maruli.

Fasilitas pengolahan dengan teknologi pirolisis tersebut direncanakan mampu mengolah sekitar 1.000 ton sampah per hari. Kebutuhan lahannya diperkirakan mencapai sekitar lima hektare.

Sebelum memasuki proses pirolisis, sampah akan menjalani tahap pre-treatment untuk memilah sekaligus menyiapkan material yang akan diproses.

Selain Bantargebang, sejumlah lokasi timbunan sampah lama di Jawa Barat, seperti Galuga, Bogor, dan Sarimukti, juga menjadi perhatian untuk pengembangan program pengolahan sampah tersebut.

Maruli berharap proses penyiapan dan perizinan lahan di sejumlah wilayah dapat segera diselesaikan. Pengolahan timbunan sampah lama dinilai tidak hanya dapat mengurangi beban lingkungan, tetapi juga berpotensi menghasilkan produk yang memiliki nilai manfaat sebagai sumber energi alternatif.

Pemerintah Targetkan PSEL di 40 Kota

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menilai pengembangan PSEL berskala besar menjadi salah satu instrumen pemerintah dalam menangani persoalan sampah di kawasan perkotaan.

Pemerintah menargetkan pembangunan PSEL di 40 kota besar yang mengalami kondisi darurat sampah dapat dipercepat hingga 2027-2028.

Ground breaking PSEL Bantargebang turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Wakil Wali Kota Bekasi, serta CEO Danantara Investment Management Pandu Sjahrir.

Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik antara PT PLN dan BUPP PSEL. Selain itu, dilakukan kesepakatan bersama antara Pemerintah Kota Bekasi dan BUPP Pirolisis.

Pembangunan PSEL Bantargebang diharapkan dapat memperkuat sistem pengelolaan sampah sekaligus menghadirkan sumber energi alternatif bagi Kota Bekasi.

Namun, keberhasilan program tersebut tetap membutuhkan dukungan masyarakat. Kebiasaan mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumber menjadi bagian penting agar beban sampah yang masuk ke fasilitas pengolahan dapat ditekan.(ih/yh)