Wujudkan Kemandirian Pangan Pesantren, KKN UPNVJ Bekali Santri Ahlul Irfan Jember Kelola Greenhouse Mandiri

avatar Miftahul Rachman
  • URL berhasil dicopy
Mahasiswa Kelompok 10 KKNT-IP UPN "Veteran" Jatim gelar program pemberdayaan bertajuk Agro Class di Ponpes Ahlul Irfan Al-Kholily, Bangsalsari, Kabupaten Jember, Rabu (19/8/2026), tengah berposes.
Mahasiswa Kelompok 10 KKNT-IP UPN "Veteran" Jatim gelar program pemberdayaan bertajuk Agro Class di Ponpes Ahlul Irfan Al-Kholily, Bangsalsari, Kabupaten Jember, Rabu (19/8/2026), tengah berposes.

Jember, JatimUPdate.id - Mahasiswa Kelompok 10 Kuliah Kerja Nyata Tematik Inovasi Pesantren (KKNT-IP) UPN "Veteran" Jawa Timur menggelar program pemberdayaan bertajuk Agro Class di Pondok Pesantren Ahlul Irfan Al-Kholily, Bangsalsari, Kabupaten Jember, Rabu (19/8/2026).  

​Program yang dipelopori oleh Arya Irfandi Dewanto dan Rafif Hardian Saputra selaku Person in Charge (PIC) ini dihelat di area greenhouse pesantren mulai pukul 16.30 WIB. Agenda ini dirancang khusus guna memperkuat ketahanan pangan mandiri berbasis komunitas santri sekaligus menciptakan ekosistem lingkungan yang hijau dan produktif.  

​Agro Class memadukan empat pilar pertanian terpadu yang saling terintegrasi: budidaya ikan lele dalam ember (Budikdamber), budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF), revitalisasi greenhouse, dan penataan taman Tanaman Obat Keluarga (TOGA).  
​Siklus ini dirancang agar limbah organik dari dapur pesantren dapat diolah sebagai media pakan maggot BSF. Larva maggot yang kaya protein selanjutnya dimanfaatkan sebagai pakan alami lele pada sistem Budikdamber, sementara area greenhouse difungsikan untuk budidaya sayuran segar seperti kangkung serta tanaman herbal yang bernilai ekonomis.  

​Dalam sesi teknis, Arya Irfandi memaparkan cara perakitan media Budikdamber, pemilihan benih lele, pola pemberian pakan, hingga tahapan pembiakan lalat BSF dan pemanenan maggot.  
​Selanjutnya, Rafif Hardian menjelaskan teknik kurasi tanaman TOGA yang cocok untuk lingkungan pondok serta langkah revitalisasi struktur greenhouse, mulai dari tata letak media tanam hingga pemaksimalan sirkulasi ruang.  

​Pendampingan intensif ini menyasar langsung dua santri pengurus greenhouse, Zain dan Irfan, agar keduanya siap mengelola operasional harian secara berkesinambungan pascapenugasan tim KKN.  
​Inisiatif tersebut mendapat sambutan hangat dari pihak pengasuh dan dewan guru. Perwakilan pihak sekolah, Gus Usman, mengapresiasi terobosan aplikatif yang dibawa para mahasiswa.  

​"Program Agro Class ini sangat bermanfaat bagi pondok pesantren dan sekolah karena membekali para santri keterampilan praktis dalam merawat lingkungan dan bertani secara modern," tutur Gus Usman di lokasi kegiatan.  
​Hal senada ditegaskan oleh Arya Irfandi Dewanto mengenai visi kemandirian agrikultur di lingkungan pesantren.  
​"Pesantren yang maju adalah pesantren yang mampu berdikari di sektor pangan," tegas Arya.  

​Melalui pelaksanaan Agro Class, KKN Kelompok 10 UPN "Veteran" Jawa Timur berharap model pertanian terpadu ini dapat direplikasi secara berkelanjutan, sehingga cita-cita swasembada pangan terus bersemi di tangan para santri.