Penasihat Menteri Desa: Desa Adalah Ruang Kehidupan Di Mana Semangat Saling Menguatkan Masih Tetap Terjaga

avatar Yuris. T. Hidayat
  • URL berhasil dicopy
Grebeg Desa Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro Minggu 30/08/26.
Grebeg Desa Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro Minggu 30/08/26.

Jakarta, JatimUPdate.id– Desa adalah ruang kehidupan, kebersamaan, dan semangat saling menguatkan yang masih terus dijaga. Hal itu dikemukakan Prof. Zainuddin Maliki, Penasihat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI dalam  penyelenggaraan Grebeg Desa Sumberejo, Kabupaten Bojonegoro Minggu 30/08/26.

Dalam gerebeg Desa yang menghadirkan ribuan warga dengan kegiatan jalan santai, senam bersama, dan festival makan gratis itu, Penasehat Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal RI mengapresiasi masyarakat Desa Sumberejo yang terus merawat tradisi kebersamaan di tengah perubahan sosial yang semakin cepat.

Menurutnya, pembangunan desa tidak semata-mata ditentukan oleh besarnya anggaran atau megahnya infrastruktur. Kekuatan utama pembangunan justru terletak pada kualitas hubungan sosial masyarakat.

“Modal terbesar pembangunan desa bukan hanya dana desa atau infrastruktur. Modal terbesar desa adalah kepercayaan, gotong royong, solidaritas, dan kemauan masyarakat untuk maju bersama,” ungkap anggota DPR RI 2019-2024 itu.

Penerima MKD DPR RI Awards 2022 atas kinerjanya dalam menjaga citra, keluhuran martabat, dan wibawa kelembagaan DPR RI itu menegaskan bahwa festival makan gratis, menjadi simbol kuat bahwa budaya berbagi masih hidup di masyarakat desa di tengah perkembangan teknologi dan modernisasi yang berpotensi mendorong kehidupan semakin individualistik.

“Jangan sampai kita maju secara teknologi, tetapi mundur dalam kehidupan sosial. Jangan sampai ekonomi tumbuh, tetapi solidaritas justru hilang. Desa harus maju tanpa kehilangan akar budayanya,” ujarnya.

Dalam konteks pembangunan nasional, Menteri Desa Yandri Susanto saat ini mendorong Desa tidak hanya sebagai objek pembangunan, tetapi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. BUM Desa, koperasi, UMKM, kelompok tani, nelayan, peternak, perempuan dan generasi muda didorong menjadi kekuatan yang saling terhubung dalam membangun ekosistem ekonomi desa dengan tetap berpijak pada kepentingan masyarakat.

“Desa yang maju bukan hanya desa yang jalannya mulus atau gedungnya bagus. Desa maju adalah desa yang masyarakatnya sehat, ekonominya bergerak, lingkungannya terjaga, dan warganya tetap guyub,” ungkap dosen LB Sekolah Pascasarjana Universitas KH Abdul Chalim Pacet  Mojokerto itu.

Grebeg Desa Sumberejo menjadi bukti bahwa pembangunan bisa dimulai dari energi sosial masyarakat. Karena itu, ia berharap semangat Grebeg Desa tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi energi kolektif untuk membangun.

Grebeg Desa, pada akhirnya, bukan sekadar pesta rakyat. Ia adalah perayaan atas hidupnya modal sosial desa—gotong royong, persaudaraan, dan kepedulian—yang menjadi fondasi penting bagi Indonesia yang kuat dari akar rumput.

“Kalau masyarakatnya rukun, pemudanya aktif, kaum perempuannya berdaya, pemerintah desanya dipercaya, dan seluruh warga memiliki semangat untuk maju bersama, maka tidak ada alasan desa tidak bisa menjadi kuat dan mandiri,” pungkasnya.