Surabaya, JatimUPdate.id - Wakil ketua DPRD Surabaya AH Thony meminta Pemerintah memberikan perhatian serius terhadap Jalan Mliwis di kawasan wisata kota lama Surabaya.
Perhatian serius legislator Gerindra tersebut terkait kemanan jalan yang diapit tembok rustic dan gedung antik ini. Sebab, kenyamanan jalan tersebut sering terganggu mobil umum bebas masuk, sehingga mengganggu keselamatan pejalan kaki.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Belum lagi jika malam tiba, puluhan komunitas motor memenuhi gang tersebut. Mereka biasa datang diatas jam 11 hingga pukul 3 pagi, yang bikin resah warga seba komunitas-komunitas itu seringkali 'ngetes' knalpot brong nya dari ujung ke ujung jalan Mliwis.
"Di permukaan nampak baik-baik aja, tapi juga ada sisi kenyamanan dan keamanan yang harus dijaga," kata Thony kepada wartawan Selasa (16/7)
Sekarang kata Thony, gairah Kota Lama sudah menyentuh komunitas-komunitas muda-mudi. Namun, secara sosiologis, muncul karakter perilaku kelompok melakukan hal-hal yang mereka suka yang bertentangan dengan norma-norma di masyarakat.
"Saya membaca dari sisi psikologi emosional, mereka hanya ingin tampil dengan brand komunitas motor nya," ungkap Thony.
"Hanya saja secara sosiologis, ketika muncul karakter perilaku kelompok, muncul nyali melakukan hal-hal yang mereka suka tadi, yang biasanya bertentangan dengan norma-norma di masyarakat, seperti membunyikan kendaraan dengan keras dan menggaung di gang-gang sempit di malam hari," terangnya.
Untuk pencegahannya menurut Thony, pemasangan-pemasangan barier nampaknya kurang solutif.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
"Pemerintah harus kembali memberikan edukasi cara menikmati pembangunan dengan etika saling menjaga," kata Thony, tokoh pergerakan, politik sekaligus budayawan kota Surabaya ini.
"Mereka puas dengan suara kendaraannya, tapi ada pihak yang terganggu. Bisa dikendalikan dengan budaya tepo seliro," pesannya.
Namun kata, alumnus Fisip UGM'94 ini, perlu juga dilakukan penjagaan baik oleh satpol PP bekerjasama dengan kepolisian, khususnya pada malam hari.
"Patroli saja tidak cukup, kalau bisa aktifkan penjagaan dan CCTV, sekaligus terapkan e-tilang bagi yang dirasa melanggar," ungkap Thony.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Untuk mobil-mobil yang melintas pada jam padat, Thony minta agar dinas perhubungan segera mencarikan solusi.
"Bisa lewat pembatasan jam atau yang lain," tandas Thony.
Sementara Ricky, Ketua RT setempat, menegaskan, tidak cukup ada petugas patroli. Tapi perlu ada pos bagi petugas di tempat ini. Petugas jangan saja ngepos di Taman Sejarah.
"Tapi juga di jalan Mliwis karena jalan ini sudah menjadi pangkalan geng motor.” jelasnya.
Editor : Miftahul Rachman