Surabaya _ JatimUpdate.id _ Ulasan ini merupakan pamungkas dari 3 ulasan perjalanan kru jatimupdate.id menggunkan moda transportasi Laut sebelumnya dalam perjalanan pulang dari Kupang (malam,27/7/2024) ke Surabaya (pagi,30/7/2024).
Baca juga: Trauma Kapal Laut 2002, Tiket Pesawat Mahal, Jatuh Hatinya Pada Layanan KM Dharma Kartika V
Sudah lama negara Indonesia dikenal sebagai negara kepulauan. Indonesia memiliki lebih dari 17 ribu pulau yang dipisahkan oleh lautan baik selat maupun samudra. kesadaran geografis ini telah melahirkan sejarah panjang kerajaan kerajaan di Nusantara yang terkenal para pelautnya yang tangguh. Suku Bugis, Madura dan Makassar sangat terkenal sebagai Nelayan pemberani. keberanian yang muncul karena tekad yang kuat dan penguasaan Siklus angin lautan.
Dari Armada perang, dalam catatan sejarah akan kita temukan betapa tangguhnya armada laut pimpinan panglima perang perempuan, Malahayati.
Malahayati membangun laskar perang berkekuatan 2000 personil yang semua perempuan. Salah satu kisah paling heroik pasukan Inong balee adalah mematahkan invasi armada Belanda yang di pimpin Cornelis de Houtman dan Fredrick de Houtman(1599).
Pada kurun waktu 1549-1579, dunia maritim dunia digemparkan oleh Ratu Kalinyamat yang mampu membangun kekuatan armada laut yang sangat ditakuti oleh Portugis. Saat itu kapal Ratu Kalinyamat terkenal berukuran sangat besar terbuat dari kayu tanpa ada bahan logam, kapal-kapal dari jepara terkenal terbuat dari jati dengan ukiran yang indah dengan modifikasi memilki kemampuan bergerak lebih cepat dibandingkan kapal-kapal lain di zamannya, mungkin inilah cikal bakal yang membentuk pengrajin kayu dari jepara terkenal hingga kini. "Waktu itu belum ada BUMN PT PAL, atau departemen pertahanan, sudah mampu membuat industri seperti itu, dan kapalnya sudah seperti kapal perang induk Amerika yang bisa membawa 1000 prajurit,” (Connie Rahakundini,26/3/2024).
Berada di Top Deck, lamunan saya seperti diajak kembali pada abad ke -7. Khayalan saya melesat merekonstruksi, membayangankan betapa gagahnya berada di sebuah kapal laut dari sebuah kerajaan penguasa maritim Asia Tenggara. sebagai orang yang memiliki darah kental Sumatera Selatan dari kedua orang tua, saya tidak bisa menghalau khayalan saya kepada kebesaran Kerajaan yang berpusat di tepian sungai musi.
Ya, itu adalah kerajaan Sriwijaya, sebuah peradaban yang cemerlang, saat eropa berada pada masa dark age dan jazirah arab masih berada pada masa jahiliyah, nenek moyang kita sudah mengarungi samudra untuk berdagang dan penaklukan.
Membayangkan Balaputradewa dan Jayanasa berbalut Songket, kain tenun khas Sumatra selatan, memimpin kapal berlayar yang penuh berisi emas, rempah-rempah dan berbagai komoditas lain untuk melakukan perdagangan, membuat saya semakin kagum dengan kebesaran para pendahulu kita.
Namun, apapun itu Armada laut selalu memiliki 2 fungsi, armada laut sebagai kekuatan perang dan armada laut untuk kepentingan bisnis (perdagangan)
Dari cerita diatas, kita kembali ke konteks kekinian yaitu topik membangun Armada laut sebagai sebuah kekuatan perang dan armada laut sebagai moda transportasi.
Baca juga: Sensasi Potong Rambut di atas lautan, Layanan Gratis KM Dharma Kartika V Bagi Para Supir
Untuk topik yang pertama akan di ulas di kanal lain, tetapi untuk topik kedua kami berkesempatan langsung mereview kualitas moda transportasi laut yang kami gunakan yaitu KM Dharma Kartika V.
Seperti tergambar dalam reportase yang dilakukan kepada para penumpang KM Dharma Kartika V, semua berkomentar positif karena puas dengan fasilitas dan layanan yang diberikan oleh kapal motor dibawah Management PT Dharma Lautan Utama ini.
KM Dharma Kartika V telah menetapkan standar yang tinggi bagi bisnis transportasi laut di tanah air, dengan kebaranian management berinvesti pada kapal ini, yang bisa jadi pada awalnya dianggap keputusan bisnis yang dipertanyakan, tetapi dengan mengusung semangat founder PT DLU, oleh H. RM. Soekarno 'We Serve The Nation', langkah ini telah mendapat apresiasi dari masyarakat NTT dan NTB.
Lebih lanjut mereka berterima kasih kepada perusahan yang telah mengadakan kapal berukuran Big size dengan segenap kemewahan dan kelengkapan fasilitas, kebersihan, dan layanan yang memanusiakan ditengah masih minimnya tawaran moda transportasi yang nyaman dan murah di daerah mereka.
Kehadiran KM Dharma Kartika V seolah jawaban dari mode transportasi laut yang selama ini identik dengan mode transportasi yang berbahaya, kotor, banyak pungli, sumpek, panas, membosankan, dan menyebabkan mabok laut.
Pelabuhan Tenau
Pelabuhan Helong kupang atau lebih dikenal pelabuhan Tenau terus berbenah, ada banyak fasilitas yang masih dalam proses pembangunan, di pelabuhan ini aktifitas yang ramai adalah para penumpang kapal. Maklum, karena ini adalah pelabuhan awal menuju 3 pelabuhan selanjutnya.
Baca juga: Pulang UKW NTT, Kru JatimUPdate.id Berlayar Dengan KM Dharma Kartika V
Aktifitas muat truk belum terlalu terlihat ramai. Apabila semua proyek pembangunan sudah selesai, maka tidak menutup kemungkinan kota kupang akan menjadi pusat ekonomi Indonesia Timur di kemudian hari.
Pelabuhan Waingapu
Pelabuhan Waingapu berada di pulau Sumba. Dipelabuhan antrian penumpang kapal terlihat sangat ramai, penumpang yang turun dan naik di Waingapu cukup sebanding, bahkan dari pantau kami terjadi peningkatan pada muatan kendaraan-kendaraan besar dan kecil. ada yang menarik di waingapu, ada beberapa komunitas sepeda motor yang naik dari pelabuhan ini, setelah melakukan touring. sepertinya Sumba menawarkan rute yang indah dan menantang bagi komunitas ini.
Pelabuhan Gilimas, Port of Gilimas, Lombok Barat.
Pelabuhan ini adalah pelabuhan bertaraf internasional, hal ini dikarenakan lombok telah menjadi primadona baru bagi industri pariwisata tanah air, ada banyak event internasional yang di selenggarakan di pulau lombok, yang paling terkenal adalah event moto GP di sirkuit mandalika. pelabuhan Gilimas telah bersolek sedemikian rupa agar mampu meningkatkan citra Indonesia di mata internasional.
Di pelabuhan Gilimas, suasananya masih tampak sama dengan 2 pelabuhan sebelumnya, ramai. bahkan jumlah angkutan kendaraan besar semakin meningkat, beberapa truk muatan porang dan pisang tampak mengantri menunggu giliran masuk ke deck kapal.
Pelabuhan Perak Surabaya-North Quay
Pelabuhan Perak adalah pelabuhan terakhir dari rute Kupang-Surabaya. Dari pelabuhan inilah semua penumpang akan menyebar, ada yang sudah sampai di tujuan kota surabaya ada yang meneruskan perjalanan ke berbagai kota di Jawa Timur dan kota lain di Jawa Tengah, Jawa Barat dan Jakarta. semoga di Harlah Jatimupdate.id yang tidak lama lagi, bisa direalisasikan kegiatan peringatan harlah dan rapat kerja Jatimupdate.id di atas kapal, apalagi kalau kegiatan ini di adakan di KM Dharma Rucitra VIII, yang konon katanyanya lebih mewah dari KM Dharma Kartika V, salah satu rutenya adalah Labuhan Bajo. (Yuris/Rio/Aris)
Editor : Redaksi