Komentar Pengguna Layanan KM Dharma Kartika V

Reporter : -
Komentar Pengguna Layanan KM Dharma Kartika V
Keterangan Gambar: Wartawan JatimUpdate.id bersama penumpang KM Dharma Kartika V

Tanjung Perak SURABAYA, JatimUPdate.id _ Moda transportasi jalur laut sering kali digunakan oleh sebagian besar kalangan masyarakat dalam melakukan perjalanan antar pulau. Apalagi bagi yang menggunakan kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, termasuk juga truk angkutan barang.

Kapal Motor (KM), menjadi pilihan bagi masyarakat untuk solusi dalam perjalanan dengan menggunakan kendaraan bermotor antar pulau. Terutama bagi masyarakat yang merantau, ataupun mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan di luar pulau.

Baca Juga: Trauma Kapal Laut 2002, Tiket Pesawat Mahal, Jatuh Hatinya Pada Layanan KM Dharma Kartika V

Sarana Yang Ramah Efisien Bagi Pengendara Motor

Datin, seorang alumni mahasiswa dari kampus Malang asal kota Mataram, NTB, menceritakan dulu sering kali saat masih kuliah naik kapal motor. 

Menurutnya, untuk waktu yang santai lebih enak menggunakan kapal motor, dan yang paling penting harganya bisa terjangkau daripada lewat udara.

Pada saat diwawancarai wartawan Jatimupdate, Datin bersama adiknya sedang melakukan perjalanan dari Pelabuhan Lembar, Lombok NTB menuju Tanjung Perak Surabaya dengan menggunakan kapal motor Dharma Kartika V dari PT Dharma Lautan Utara ( DLU).

Ia mengungkapkan naik kapal Dharma Kartika V merupakan pengalaman pertamamya, sebelumnya menggunakan kapal yang lain. Kapal ini (Dharma Kartika V) menurutnya sangat nyaman, dan bisa menjadi solusi perjalanan antar pulau jarak jauh.

"Baru pertama, naik kapal ini. Beda dengan kapal sebelum-sebelumnya. Kapal ini lebih nyaman, juga lebih cepat. Jadi lebih membantu kita dari NTB ke Surabaya, apalagi bisa menggunakan motor," jelasnya kepada wartawan Jatimupdate, Selasa pagi (30/7/2024).

Layak Jadi Kapal Wisata

Sebelumnya wartawan Jatimupdate.id juga berkesempatan bertemu salah satu penumpang KM. Dharma Kartika V yang merupakan penari tradisional yang sudah sering menjuarai event tari mulai tingkat kabupaten, provinsi, nasional, Asean bahkan Internasional. Dan seiring kali menjadi duta dari daerahnya bahkan perwakilan penari dari Indonesia untuk Asia, asal Kota Lombok NTB.

Martha Innova Fajrien, atau biasa dipanggil Tata, gadis yang baru lulus SMA salah satu penumpang yang merupakan juara 1 (Medali emas) International Dance Asia (2016) merasa puas naik kapal ini. Berangkat dari pelabuhan Lembar Lombok menuju Surabaya.

Beberapa jam berada di kapal, dia merasa puas, dengan pelayanan dan fasilitas yang ada di kapal. Menurutnya berbeda dengan kapal yang pernah ia naiki sebelum-sebelumnya.

"Baru pertama naik kapal ini, sebelumnya menggunakan kapal lain. Rekomended kapal ini bagi yang ingin perjalanan dari Lombok ke Surabaya, atau Lombok ke Kupang, begitupun Kupang ke Surabaya," jelasnya.

"Apalagi makanannya enak mas, (katanya saat diwawancarai wartawan Jatimupdate.id). Masakan di Resto nya cocok. Solusi bagi yang ingin perjalanan laut dari Lombok ke Surabaya, pakai kapal Dharma Kartika V," tambahnya.

Hal senada juga disampaikan Bu Erik (Ibunya Tata, red). Fasilitas dan kondisi kapal sangat bagus, bersih dan yang paling utama kamar mandinya yang bersih.

"Bagus kapalnya, bersih. Cuma kita kemarin mau pesan yang kelas VIP pas sudah habis, jadi dapatnya kelas 2. Tapi bagus juga kondisi kamar di dalamnya. Cuma sedikit keluhan, kadang ada penumpang yang kurang bersih, tapi secara keseluruhan nyaman di kapal ini, seperti di hotel," jelasnya.

Selain cocok bagi yang berpergian jarak jauh untuk urusan kerja ataupun kuliah, cocok juga bagi yang ingin berwisata atau jalan-jalan ke pulau Lombok, Sumba ataupun Kupang dengan kapal ini.

Baca Juga: Sensasi Potong Rambut di atas lautan, Layanan Gratis KM Dharma Kartika V Bagi Para Supir

Nyaman Tidak Membuat Mabuk Laut

Alfa, seorang pelajar kelas 9 SMP dari Malang, sedang melakukan liburan ke Kota Kupang. Ia berangkat dan pulang menggunakan kapal Dharma Kartika V.

Ia pun membagikan pengalamannya kepada wartawan Jatimupdate.id saat menggunakan kapal ini dari hari Sabtu malam berangkatnya (27/7) menuju Surabaya.

Ia menceritakan berangkat ke Kupang bersama kakak sepupunya untuk liburan. Menggunakan kapal Dharma Kartika V berangkat dan saat pulang juga menggunakan kapal yang sama.

Selama perjalanan baik berangkat maupun pulang dari Kupang, dia merasakan nyaman, tidak merasa mual ataupun mabuk. Karena kondisi kapal yang besar, sehingga tidak begitu terasa ombaknya, jadi di dalam atau atas kapal terasa tenang, tidak banyak goyang, ditambah lagi kebersihan kapal yang selalu dijaga.

"Selama perjalanan tidak terasa mabuk mas, kalau dengan kapal lain sebelumnya terasa goncangan kalau terkena ombak. Kemarin berangkat pakai kapal ini, dan pulang lagi menuju Surabaya pakai kapal ini," ceritanya selama perjalanan.

Wartawan Jatimupdate juga merasakan hal yang sama dengan penumpang yang lainnya. Selesai bertugas mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) yang diselenggarakan oleh dewan pers di Kota Kupang.

Dalam perjalanan pulang, wartawan beserta pimpinan media Jatimupdate.id memiliki moda transportasi jalur laut. Selain untuk melihat keindahan alam Indonesia dari lautan, juga sembari memperkenalkan sebuah wisata di atas laut lewat kapal motor.

Kapal motor Dharma Kartika V sebagai pilihan perjalanan dari Kupang menuju kota pahlawan, Surabaya. Fasilitas yang bagus dan mewah yang ditemukan saat berada di dalam kapal. Tidak terasa perjalanan 3 hari 3 malam, serasa tinggal di dalam hotel berbintang.

Perlu Layanan Wifi-HotSpot

Dari tim Jatimupdate pun, memberikan masukan kepada pihak perusahaan kapal, untuk meningkatkan pelayanan dan fasilitas yang ada, terutama fasilitas jaringan wifi yang belum ada.

Baca Juga: Pulang UKW NTT, Kru JatimUPdate.id Berlayar Dengan KM Dharma Kartika V

"Alhamdulillah, perjalanan lancar dan bisa sampai dengan selamat di tempat tujuan. Nantinya akan kita adakan lagi perjalanan dengan kapal ini," tutup pimpinan media Jatimupdate.id 

Jembatan Penghubung Jawa-NTT

Yulius Bobo, warga Waingapu Sumba Timur yang sempat diwawancarai JatimUPdate.id menyatakan bahwa keberadaan KM Dharma Kartika V sangat membantu warga NTT untuk mobilitas transportasi baik orang maupun kendaraan ke Jawa.

"KM Dharma Kartika V ini telah menjadi jembatan penghubung warga NTT dengan Jawa. Saat ini saya membawa mobil untuk kembali ke Jakarta setelah ada aktivitas di Sumba Timur. Kami merasa sangat terbantu sekali dengan adanya armada tol laut milik PT DLU ini," kata Yulius Bobo kepada JatimUPdate.id di deck atas KM Dharma Kartika V pada Senin (29/07/2024).

Trauma Kapal Laut, Akhirnya Terobati Dengan Armada DLU

Sepasang suami istri berprofesi guru dari Waingapu-Kabupaten Sumba Timur, Mujaman dan Rukmawati yang merupakan warga perantauan asal Saronggi, Sumenep Madura menyatakan kenyamanan dan jatuh hatinya terhadap layanan KM Dharma Kartika V, padahal sebelumnya Rukmawati sejak 2002 mengalami trauma berat akibat saat berlayar Tanjung Perak-Waingapu mengalami insiden di laut dimana kapalnya sempat mati mesin berjam-jam di perairan Sumbawa.

Mujaman, Pensiunan Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 1 Waingapu Sumba Timur menyatakan dirinya dan istrinya memberanikan diri untuk kembali naik kapal laut dari Waingapu menuju Tanjung Perak-Surabaya setalah dirinya dan istri serta dua orang anaknya pada 2002 pernah mengalami insiden laut, mesin kapal laut tiba-tiba mati saat malam dan berlangsung berjam-jam, posisi kapal sempat terombang-ambing di lautan.

"Peristiwa laut itu membuat Istri Saya [Rukmawati] menjadi trauma untuk naik kapal laut lagi karena suasananya saat itu lumayan mencekam. Alhamdulillah, dengan adanya KM Dharma Kartika V yang sudah berlayar sejak Februari 2024, saya dan istri berani untuk kembali naik kapal laut setelah dapat informasi kelayakan dan kenyamanan kapal dari teman yang sudah menaikinya," kata Mujaman didampingi Rukmawati saat diwawancarai Redaksi JatimUPdate.id di layanan Charger HP Gratis KM Dharma Kartika V pada Senin (29/07/2024).

Rukmawati, Guru SDN Taimanu Kec. Kenatan Kab. Sumba Timur mengakui bila dirinya habis peristiwa insiden laut akibat mesin kapal mati berjam-jam itu, dirinya mengalami trauma berat untuk kembali naik kapal laut sejak 2002.

"Sejak 2002 tidak lagi mau naik kapal laut, karena masih trauma berat. Selanjutnya kami kalau pulang ke Madura mesti naik pesawat dan resikonya mesti menyiapkan dana yang lumayan mahal. Ongkos tiket pesawat 1 orang bisa mencapai kisaran Rp3juta - Rp3,5juta artinya mesti nabung dulu bila akan mudik ke Jawa Timur," kata Rukmawati pada kesempatan sama.(aris/rio/yh)

Editor : Redaksi