Surabaya, JatimUPdate.id - Reses di Sidodadi RT 6 RW 6, Anggota Komisi A DPRD Surabaya Ashar Kahfi mengaku menemukan warga tidak mampu membelikan buku anaknya yang mengenyam pendidikan di Sekalah Dasar (SD).
Terhadap hal itu, Azhar menekankan Perpustakaan harus memastikan distribusi buku ajar merata, serta menggalakkan fungsi taman baca di setiap RW sebagai ujung tombak memecahkan persoalan ini.
Baca juga: Diguyur Hujan, 1.774 Siswa SD Menari Totta’an Dhara, Alun-alun Bondowoso Jadi Panggung Budaya
“Saya menemukan warga yang masih kesusahan untuk membeli buku untuk anaknya di tingkat SD (Sekolah Dasar). Solusi kedepan, Perpustakaan bisa memiliki peranan penting dalam persoalan ini. Salah satunya adalah dengan memastikan distribusi buku ajar yang merata. Fungsi taman baca di setiap RW dapat menjadi ujung tombak dalam menjangkau persoalan ini.” kata Azhar, Jumat (1/110.
Selain itu, Sekretaris Fraksi Gerindra DPRD Surabaya mendesak, Perpustakaan berkolaborasi dengan taman baca di tingkat RW dalam pendistribusian buku ajar.
Sebab dia meyakini bila ekosistem ini bisa berjalan ketersediaan buku ajar di taman baca RW akan mencukupi.
Baca juga: Warga Bondowoso Tunggu Reaktivasi KA, DPRD Jatim: Bisa Dongkrak Ekonomi
“Kami minta ciptakan kolaborasi antara perpustakaan dan taman baca di tingkat RW. Dalam rangka pendistribusian buku ajar. Jika ekosistem ini berjalan tinggal memastikan ketersediaan buku ajar yang cukup di taman baca.” ujarnya.
Namun, bila ketersediaan buku ajar dianggap kurang memadai, pihaknya mendorong bekerjasama dengan penerbit mencetak buku ajar tersebut melalui dana CSR perusahaan.
“Apabila dirasa kurang cukup buku ajar yang sekarang ada, tinggal bekerjasama dengan penerbit untuk mencetak buku ajar tersebut. Apabila anggaran kurang mungkin untuk sementara bekerjasama dengan CSR yang peduli dengan persoalan ini.” paparnya.
Baca juga: Sapa Warga Sidotopo Wetan, Saifuddin Disambati Banjir, PJU hingga Pelatihan Kerja
Dari sudut pandangnya, taman baca di kota Pahlawan seyogianya menyediakan buku ajar yang bisa dipinjam oleh siswa, juga menyewakan mainan anak-anak secara cuma-cuma. Hal itu bisa merangsang anak datang ke taman baca, sekaligus meringankan beban orang tua.
“Saya menginginkan taman baca di Surabaya ini menyediakan buku ajar sekolah yang bisa dipinjam dan juga bisa menyewakan mainan anak-anak secara gratis. Sehingga merangsang anak untuk datang ke taman baca, sekaligus meringankan beban orang tua, akhirnya orangtua lebih baik membelikan anaknya buku ketimbang mainan.” demikan Azhar Kahfi.
Editor : Yuris. T. Hidayat