Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi'i mengaku kaget dengan data dinas sosial atau dinsos Surabaya tentang angka kemiskinan di kota Surabaya turun drastis.
Imam menyebut berdasarkan data dinsos angka keluarga miskin atau Gamis di Surabaya cuma 74.000 atau sama dengan 26.000 KK.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Kemarin Komisi D rapat dengan dinas sosial, saya terus terang kaget sekaligus ingin ketawa sebetulnya. Karena ternyata angka keluarga miskin di Surabaya itu, menurut data yang disampaikan dinas sosial tinggal 74.000 sekian ya, sekitar 74.000 jiwa warga Surabaya atau sama dengan 26.000 KK." kata Imam, Selasa (12/11).
Selain itu, beber Imam, pihak terkait juga mengklaim kemiskinan ekstrim di Surabaya sudah tidak ada.
Padahal urai legislator NasDem tersebut, tahun lalu angka kemiskinan ekstrim di kota Surabaya mencapai ratusan juta
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
"Nah miskin ekstrim sudah enggak ada katanya, terus terang saya kaget, juga geli karena setahun yang lalu saya melihat angkanya sekitar 200 atau 300.000 dari masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang mencapai 1,3 juta," papar Imam
Dari angka 1,3 juta itu, tutur Imam terverifikasi menjadi Gamis dan miskin ekstrim sebanyak 300.000 jiwa
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Artinya kata eks aktivis PMII itu, terdapat 1 juta warga yang dulu MBR tidak dinyatakan gamis atau gamis ekstream padahal kenyataannya mereka tetap di bawah garis kemiskinan.
"Lebih mengagetkan lagi ternyata tinggal 74.000," demikian Imam Syafi'i
Editor : Yuris. T. Hidayat