Gamal : Perlu Langkah Konkret untuk Atasi Masalah Guru Terjerat Pinjol

Reporter : Shofa

Jakarta, JatimUPdate.id – Fakta bahwa 42 persen guru terjerat pinjaman online (pinjol) menjadi sorotan serius dari Anggota Komisi X DPR RI, dr. Gamal Albinsaid. Ia menegaskan perlunya langkah konkret untuk meningkatkan kesejahteraan guru yang berperan sentral dalam pendidikan.

"Data dari IDEAS (Institute for Demographic and Poverty Studies) menunjukkan bahwa 42 persen guru, terutama guru honorer, terjebak dalam pinjol. Ini masalah serius yang harus segera ditangani," kata Gamal, Sabtu (7/12/2024).

Baca juga: M Frimainto Utomo Nahkodai DPD PKS Surabaya Periode 2025-2030

"Perlu Langkah Konkret untuk Atasi Masalah Guru Terjerat Pinjol,"imbuh Gamal.

Gamal juga mengungkapkan bahwa 72 persen guru honorer memiliki penghasilan di bawah Rp2 juta, bahkan 20,5 persen di bawah Rp500 ribu. Menurutnya, kondisi ini menghalangi guru untuk mengajar dengan fokus dan konsentrasi tinggi.

"Bagaimana guru bisa memberikan yang terbaik kepada siswa jika kesejahteraan mereka masih terabaikan?" ujarnya.

Ia menekankan pentingnya langkah nyata dari pemerintah untuk memastikan kesejahteraan guru terjamin. Gamal mengusulkan agar program-program sosial seperti makan siang gratis tidak hanya menyasar siswa, tetapi juga guru.

"Guru adalah bagian penting dari pendidikan. Mereka juga perlu mendapatkan perhatian melalui program makan siang gratis," tambahnya.

Baca juga: Pelatihan Wirausaha Kreatif, Sampah Disulap Jadi Sumber Ekonomi

Selain itu, Gamal menyoroti pentingnya menarik talenta terbaik untuk menjadi guru dengan meningkatkan penghasilan dan status profesi ini di masyarakat.

"Kalau ingin pendidikan berkualitas, kita harus memilih orang-orang terbaik menjadi guru. Itu hanya bisa terjadi jika mereka merasa dihargai," tegas Gamal.

Ia juga meminta pemerintah segera merancang program untuk membantu guru yang sudah terjerat pinjol agar dapat keluar dari jerat utang dengan solusi yang berkelanjutan.

Baca juga: Upacara HUT RI, PKS Surabaya Ingatkan Makna Kemerdekaan dan Kesejahteraan

"Guru membutuhkan solusi konkret, bukan hanya janji. Kita harus melindungi mereka dari jeratan utang yang mengganggu kinerja dan mental mereka," lanjut Gamal.

Melalui langkah-langkah tersebut, Gamal berharap guru dapat menjalankan tugasnya dengan maksimal tanpa dibebani masalah kesejahteraan yang terus menghantui.

"Peningkatan kualitas pendidikan hanya mungkin jika kesejahteraan guru menjadi prioritas utama," pungkasnya (*).

Editor : Redaksi

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru