Surabaya, JatimUpdate.id - Ketua Gerakan Masyarakat Peduli Rakyat (Gempar) Jawa Timur, M. Zahdi, menyampaikan apresiasi atas keberhasilan pelaksanaan Nataru (Natal dan Tahun Baru) yang berlangsung aman dan kondusif di Jawa Timur.
Ia menilai keberhasilan ini mencerminkan kuatnya harmoni sosial di tengah keberagaman masyarakat Jatim.
Baca juga: Gempar Jatim Keluarkan Maklumat, Ditujukan ke Wali Kota hingga DPRD Surabaya
"Jawa Timur itu sangat kompleks. Ada beragam agama, budaya, dan tradisi. Tapi keberhasilan Nataru yang aman ini menunjukkan masyarakat Jatim punya kesadaran sosial yang tinggi dan mampu menjaga inklusivitas," ujar M. Zahdi, Rabu (1/1).
Zahdi menjelaskan, karakter masyarakat Jawa Timur yang menjunjung nilai gotong royong menjadi salah satu faktor utama terciptanya keamanan selama momen besar seperti Nataru.
Ia juga menyoroti peran pemerintah daerah dan aparat keamanan yang berhasil menjaga stabilitas di tengah potensi konflik yang bisa muncul.
Baca juga: Gempar Jatim Pertanyakan Respons Pemkot Surabaya soal Privatisasi Air
"Ini bukan kerja satu pihak saja. Sinergi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat adalah kunci suksesnya Nataru yang aman di Jawa Timur," tambahnya.
Menurut Zahdi, masyarakat Jawa Timur mampu menjadikan keberagaman sebagai kekuatan. Tradisi saling menghormati dan inklusivitas yang sudah mendarah daging menjadi fondasi penting dalam menciptakan suasana harmonis selama perayaan Nataru.
"Kami di Gempar Jatim akan terus mendukung upaya memperkuat keberagaman ini. Inklusivitas dan harmoni adalah aset terbesar yang harus kita jaga bersama," tegasnya.
Baca juga: Gempar Jatim Bawa Empat Tuntutan Pengelolaan Air ke Komisi B DPRD Surabaya
Zahdi berharap keberhasilan Nataru di Jawa Timur dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Indonesia. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga semangat toleransi dan kebersamaan dalam menghadapi tantangan ke depan.
"Keberagaman bukanlah hambatan, melainkan kekuatan. Kalau kita bisa menjaga ini, Jawa Timur akan menjadi provinsi yang lebih solid dan harmonis," demikian M. Zahdi. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman