Surabaya, JatimUPdate.id – Pimpinan DPRD Surabaya, Bahtiyar Rifai, menyoroti persoalan parkir liar di sekitar Kebun Binatang Surabaya (KBS) yang dinilai mengganggu estetika kota serta berpotensi menimbulkan kebocoran Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Ia mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satpol PP untuk mengambil langkah tegas dalam menertibkan parkir liar yang marak terjadi.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
“Saya berharap Dishub dan Satpol PP segera menertibkan parkir liar di sekitar KBS. Terminal Joyoboyo sudah dibangun untuk menampung kendaraan yang ada, bahkan akses ke KPS melalui terowongan juga sudah tersedia. Jika parkir liar ini dibiarkan, potensi kebocoran PAD akan terus terjadi,” tegas Bahtiyar, Senin (13/1).
Menurutnya, keberadaan parkir liar tidak hanya menimbulkan kerugian bagi pemerintah kota, tetapi juga menciptakan ketidaktertiban lalu lintas di kawasan tersebut.
Ia juga mengindikasikan adanya praktik pungutan liar yang dilakukan oleh oknum tertentu.
“Seharusnya Dishub melakukan evaluasi. Kenapa parkir liar ini masih terus ada? Apakah ada pembiaran atau malah kongkalikong antara petugas dan tukang parkir liar? Kalau ini benar, maka harus segera ditindak,” ujarnya
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Bahtiyar menekankan pentingnya pengawasan intensif oleh tim khusus yang dibentuk oleh Dishub.
Ia menilai keberadaan parkir liar bertentangan dengan upaya pemerintah kota dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, apalagi tarif parkir resmi sudah ditentukan.
“Parkir liar ini sudah menjadi perhatian serius Wali Kota Surabaya. Menarik iuran parkir di luar tarif resmi sangat mencoreng wajah kota. Tinggal bagaimana SDM Pemkot bisa mengimplementasikan aturan yang sudah ada dan menertibkan praktik ini,” tambahnya.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Bahtiyar juga menyoroti momen libur panjang dan akhir pekan sebagai waktu yang rawan akan praktik parkir liar.
Dari sudut pandangnya, Dishub harus lebih tegas dan menempatkan petugas untuk mengawasi setiap sudut rawan di kawasan wisata, termasuk KBS.
“Ketika pengawasan longgar, masyarakat sering memanfaatkannya untuk mengambil keuntungan pribadi. Saya harap ada sikap tegas dari Pemkot. Kalau ada tukang parkir liar yang melanggar, langsung stop kegiatannya. Jangan sampai potensi wisata Surabaya terganggu hanya karena masalah parkir,” demikian Bahtiyar Rifai. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat