Surabaya, JatimUPdate.id - Anggota Komisi A DPRD Surabaya Tubagus Lukman Amin menekankan, tenaga kerja ASN dan non ASN penyebarannya harus merata disejumlah instansi.
Meskipun Tubagus mengakui sebaran ASN dan non ASN dibeberapa instansi hampir mencapai 100 persen.
Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Saya melihat dari data BKPSDM yang kemarin kita pernah kunjungan ke sana. Memang distribusi untuk tenaga kerja ASN maupun non-ASN itu memang kurang merata. Ada beberapa instansi yang sudah mendekati 100% dibanding dengan Angka Beban Kinerja (ABK) nya," katanya, saat dikonfirmasi, Kamis (16/1).
Tubagus menyebut, sebaran ASN dan non ASN di kecamatan dianggap belum maksimal bila dibandingkan dengan beban kerja.
Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Maka dari itu, dia mendorong sebarannya lebih merata di OPD untuk meningkatkan optimalisasi dan terjadinya keseimbangan.
"Paling banyak saya temukan di kecamatan, rata-rata 67-70% Baru terisi itu di angka beban kerjanya. Jadi saya minta distribusi ASN maupun non-ASN lebih di setiap OPD, agr kinerja instans lebih optimal, karena kita lihat ada yang kurang, ada yang malah kelebihan," beber eks aktivis PMII tersebut.
Baca juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II
Tubagus menekanakan, setiap OPD di lingkungan Pemkot harus berbanding dengan ABK, utamanya di pelayanan publik.
"Jadi kalau masih kurang itu sebaiknya ada pemerataan. Ada distribusi bagi ASN maupun P3K maupun non-ASN yang harus merata di setiap OPD, termasuk di pelayanan publik, di kecamatan-kecamatan, kemudian di instansi yang lain, rumah sakit, sekolah dan sebagainya itu harus bisa merata." demikian Tubagus Lukman Amin. (Roy)
Editor : Yuris. T. Hidayat