Komisi B DPRD Surabaya Sidak RPH Banjarsugihan, Buleks Soroti Akses dan Pengelolaan

Reporter : Ibrahim
Buleks (pakai masker) saat sidak ke RPH Banjarsugihan

Surabaya, JatimUPdate.id – Komisi B DPRD Surabaya sidak ke Rumah Potong Hewan (RPH) Banjarsugihan untuk memastikan pengelolaan dan operasional berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan. 

Anggota Komisi B, Budi Leksono (Buleks), menyoroti sejumlah hal yang perlu dibenahi, utamanya akses jalan, jam operasional, dan dampak terhadap masyarakat sekitar.

Baca juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas

"Kalau RPH sudah dikelola oleh PT, artinya ini kan profesional. Tapi, setidaknya akses jalannya itu ditata lebih baik. Pintu masuk juga harus diperbaiki," tegas Buleks, Senin (20/1).

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga kenyamanan masyarakat sekitar, utamanya suara hewan yang akan dipotong. 

Selain itu, Buleks juga menekankan perlunya penataan fasilitas pendukung, mulai kantor hingga tempat pemotongan, agar terlihat lebih profesional. 

Baca juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Masalah suara babi itu kan keras ya, bisa mengganggu warga sekitar. Jam operasional harus diatur, disesuaikan dengan waktu yang tidak mengganggu kenyamanan masyarakat. Namanya usaha, tempatnya harus tertata rapi, jangan sampai terlihat tidak terurus. Perhatikan juga akses keluar-masuk hewan, jamnya harus jelas, sehingga masyarakat tahu kapan aktivitas berlangsung," tambahnya.

Buleks menekankan pengelolaan limbah dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat.

"IPAL di sini sudah baik, tapi harus dipastikan tidak ada dampak negatif bagi warga. Semua aspek, termasuk CSR, juga harus dimanfaatkan dengan maksimal untuk memberdayakan masyarakat sekitar," lanjutnya.

Baca juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Maka dari itu, Buleks mendorong RPH Banjarsugihan tidak hanya menjadi tempat pemotongan hewan, tetapi juga mengolah dan menjual produk daging secara profesional. 

"Kalau dikelola dengan baik, RPH ini bisa menjadi potensi besar untuk meningkatkan pendapatan daerah. Tapi pastikan semua sistemnya sesuai kebutuhan dan tetap memperhatikan masyarakat," demikian Budi Leksono. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat

Politik Dan Pemerintahan
Trending Minggu Ini
Berita Terbaru