Posisi Dan Peran Strstegis Desa Bagi Ekonomi Indonesia
Jakarta, JatimUPdate.id : Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menekankan pentingnya peran desa dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Baca Juga: Koperasi Desa Merah Putih: Kebangkitan Ekonomi Desa Modern
Tito Karnavian mengungkapkan keprihatinan mengenai fenomena urbanisasi yang berpotensi meninggalkan desa-desa di Indonesia, seperti yang terjadi di Jepang.
Tito Karnavian, selaku Menteri Dalam Negeri Indonesia, dijadikan sebagai nara suara utama atau keynoted-speach dalam diskusi mengenai Penguatan Ekonomi Desa, Jakarta pada Jumat, (7/3/2025).
Tito menjelaskan bahwa desa memiliki potensi besar sebagai penyumbang pertumbuhan ekonomi dan sentra ekonomi.
Mendagri menekankan pentingnya memperkuat ekonomi desa melalui peningkatan anggaran dan sistem pemerintahan.
Pernyataan ini disampaikan dalam konteks kebijakan pemerintah yang sedang berjalan, terutama terkait dengan penguatan ketahanan pangan di desa.
Diskusi ini berkaitan dengan semua desa di Indonesia, dengan fokus pada upaya untuk mencegah urbanisasi yang berlebihan.
Lebih jauh Tito mengkhawatirkan bahwa jika desa ditinggalkan oleh penduduk, hal itu dapat menghambat pertumbuhan ekonomi.
Secara khusus Tito Karnavian mengutip data yang menunjukkan bahwa saat ini, 56% penduduk Indonesia tinggal di kota, sedangkan 44% di desa.
Baca Juga: Bang Burzah Zarnubi, Bupati Lahat Resmi Pimpin APKASI
Dalam perbandingan, Jepang memiliki 93% penduduknya tinggal di kota, yang berdampak negatif pada desa.
Untuk memperkuat ekonomi desa, pemerintah merencanakan pembentukan Koperasi Desa Merah Putih yang bertujuan untuk menyerap hasil produksi pangan dari petani.
Koperasi ini akan dilengkapi dengan fasilitas seperti gudang, gerai penjualan, dan ruangan pendingin untuk menyimpan hasil produksi.
Tito Karnavian menjelaskan bahwa koperasi ini akan dibangun di seluruh desa di Indonesia dengan nilai mencapai Rp5 miliar.
Lebih dalam Tito juga menyampaikan bahwa deflasi yang terjadi baru-baru ini, yang mencatat penurunan harga barang sebesar 0,48% (month to month) dan 0,09% (year on year), dapat menguntungkan konsumen tetapi merugikan produsen pangan.
Baca Juga: Bupati Lamongan Dikukuhkan Sebagai Koordinator Wilayah Apkasi Jawa Timur
Penurunan harga telur, ayam, daging, dan beras berdampak besar pada petani dan nelayan, yang kesulitan menutup biaya produksi.
Pemerintah berharap koperasi desa dapat menjadi solusi untuk masalah ini, agar petani tidak dirugikan oleh penurunan harga dan praktik tidak adil dari pihak tengkulak.
Koperasi Desa Merah Putih diharapkan dapat memperkuat ketahanan pangan dan memberikan perlindungan kepada petani.
Tito menegaskan, "Koperasi ini hadir sebagai perwakilan negara, untuk menyelamatkan petani dari ketergantungan pada pinjaman online, tengkulak, atau rentenir yang tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum." (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat