Respons Positif Permintaan Maaf Komisi B, Ini Pesan Pimpinan DPRD Surabaya dan PWI Jatim

Reporter : -
Respons Positif Permintaan Maaf Komisi B, Ini Pesan Pimpinan DPRD Surabaya dan PWI Jatim
Afif (songkok hitam) saat minta maaf atas insiden pengusiran wartawan

Surabaya, JatimUPdate.id - Pimpinan DPRD Surabaya, Arif Fathoni merespons positif permintaan maaf ketua Komisi B Muhammad Faridz Afif, kepada wartawan atas insiden pengusiran saat meliput rapat dengar pendapat (RDP) terkait penertiban Pasar Mangga Dua.

Kendati begitu, Ketua DPD Partai Golkar Surabaya itu berpesan, hal serupa atau pengusiran wartawan di lingkungan DPRD tidak boleh terjadi lagi. Sebab, bila ada tindakan anggota dewan melecehkan kembali profesi wartawan pihaknya tidak bertanggungjawab dan memilih pasrah.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Silahkan mau ditulis jelek sebulan atau empat tahun, saya ikhlas. Karena menjaga pers sebagai pilar keempat di dalam sistem pemerintahan demokrasi, setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif." kata Fathoni, Selasa (11/3).

Maka dari itu, pihaknya meminta maaf atas insiden tersebut sembari mengutip kata bijak 'Tiada pemberian yang terindah selain kata maaf. Tiada perbuatan yang termulia selain memaafkan'.

"Mudah-mudahan bulan suci Ramadan kita saling memaafkan satu sama lain. Jadi, ini yang terakhir ya," terangnya.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Sementara Ketua PWI Jatim Lutfil Hakim mengatakan, pengusiran wartawan saat berlangsungnya rapat sangat tidak elok

Pasalnya sebut dia, pengurusiran wartawan saat berlangsungnya rapat dipastikan menimbulkan berbagai macam kecurigaan.

"(Diusir ditengah jalannya rapat) justru itu enggak bagus. Justru itu menjadikan wartawan menjadi curiga. Nanti semakin ke mana-mana, kalau memang nggak ada apa-apa kan harusnya tidak suruh keluar," tuturnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Lutfil berpesan, ke depannya DPRD Surabaya melakukan jumpa pers terlebih dulu bila rapat yang digelar dianggap penting. 

"Mending jumpa pers dulu, sudah selesai (jumpa pers wartawan) baru keluar. Mau rapat lagi dilanjut enggak apa-apa, kalau disuruh keluar itu namanya ya pasti wartawan curiga dong, ada sesuatu," demikian Lutfil Hakim. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat