Sygma Research Safari Ramadhan di Banyumas

Sygma Research Nuwun Sewu Pada Masyarakat Banyumas

Reporter : -
Sygma Research Nuwun Sewu Pada Masyarakat Banyumas
Ketua Umum Seruling Mas, Wisnu Suhardono sedang berpidato dalam FGD RM Margono (foto Atas), Peneliti Sygma Research and Consulting Ken Bimo Sultoni memberikan buku hasil riset kajian historis RM Margono kepada Bupati Banyumas, Sadewo Tri Lastiono. (Foto B

 

Purwokerto, JatimUPdate.id – Temuan Sygma Research and Consulting (SRC) mengenai sosok tokoh ekonomi nasional yang nyaris terlupakan, RM Margono Djojohadikusumo, mendapat sambutan hangat dari masyarakat Banyumas.

Baca Juga: Pemkab Banyumas Sempurnakan RKPD 2027 Lewat Forum Konsultasi Publik

Disisi lain, RM Margono juga dikenal sebagai kakek Presiden RI, Prabowo Subianto.

Setelah menemui keluarga RM Margono dan Bupati Banyumas, tim SRC kemudian sowan kepada beberapa tokoh masyarakat Banyumas melalui LSM Paguyuban Seruan Eling Banyumas (Serulingmas).

Dalam pertemuan ini, Ketua Umum Serulingmas, Wisnu Suhardono, menegaskan pentingnya melestarikan sejarah dan perjuangan RM Margono bagi generasi mendatang.

“Kami sebagai perkumpulan masyarakat Banyumas merasa memiliki tanggung jawab moral, karena Beliau (Margono) sudah sangat pantas diusulkan sebagai pahlawan nasional,” tuturnya di Fakultas Biologi Univ. Jendral Soedirman saat menggelar FGD terkait sosok RM Margono, Selasa, (18/3/2025).

Kepala Desa Kasegeran, Kec. Cilongok Saifuddin, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Umum DPP Asosiasi Kepala Desa Se-Indonesia (AKSI), turut memberikan pandangannya.

"Sosok RM Margono Djojohadikusumo tidak bisa dilepaskan dari instrumen penting perekonomian nasional baik dalam proses pendirian BNI maupun langkah-langkah beliau bersama sahabatnya Bung Hatta dalam menginisiasi pendirian perkumpulan-perkumpulan ekonomi pribumi dan koperasi yang menjadi motor perekonomian di era kolonial" kata Saifuddin yang juga Ketua Umum Asosiasi Kepala Desa "SATRIA PRAJA" Kabupaten Banyumas itu.

Ken Bimo Sultoni, Peneliti SRC, menegaskan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan Serulingmas dan akademisi untuk memperkuat kajian historis ini.

Baca Juga: SRC Apresiasi Hasil Rapat Komisi III DPR–Kapolri Terkait Revisi UU Polri

“SRC nuwun sewu kepada masyarakat Banyumas karena tokoh sehebat RM Margono belum cukup terekspos dalam sejarah nasional. Kami berkomitmen menggali lebih dalam kontribusi beliau agar diakui sebagaimana mestinya,” ujarnya.

Pada kesempatan lain Rudi Arifyanto Direktur Kebijakan Pembangunan Manusia Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang juga mantan PJ Bupati Sampang itu mengatakan bahwa pihaknya sering diajak diskusi oleh SRC terkait sosok RM. Margono Djojohadikusumo, saat dirinya masih bertugas di Jawa Timur.

"Eyang RM Margono adalah sosok pemikir dan Intelektual Aktor terkait sejumlah Institusi institusi penting baik sebelum masa kemerdakaan maupun di era kemerdekaan dan tapak jejak sejarahnya terukir nyata dalam berbagai tulisan dan buku buku karya beliau, meskipun masih terdapat banyak misteri yang belum terungkap disaat semakin mengenal sosok asli Banyumas itu," ungkapnya.

Sebagai pendiri Bank Negara Indonesia (BNI) dan Ketua Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pertama, RM Margono Djojohadikusumo memainkan peran penting dalam ekonomi dan pemerintahan awal Indonesia.

Baca Juga: Pemilu Tidak Langsung Dinilai Berpotensi Perkuat Perlindungan Lingkungan

Selain itu berkat jasa jasanya di bidang perkoperasian Dawam Rahardjo, seorang ekonom, pimpinan LP3ES dan direktur majalah Prisma kala itu, menjelaskan bahwa Margono Djojohadikoesoemo adalah Bapak Koperasi.

Penjelasan tentang Margono Djojohadikoesoemo sebagai Bapak Koperasi disampaikan Dawam Rahardjo ketika menulis pengantar untuk buku Soemitro Djojohadikusumo “Kredit Rakyat di Masa Depresi” yang diterbitkan LP3ES pada tahun 1989.

Dukungan lain juga datang dari berbagai elemen masyarakat, termasuk akademisi dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), Universitas Wijayakusuma, dan Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan warisan sejarah RM Margono Djojohadikusumo semakin mendapat penghormatan yang layak dari pemerintah dan negara sehingga dapat semakin dikenang oleh segenap lapisan masyarakat Indonesia. (sof/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat