Idul Fitri: Menyatukan Hati untuk Gaza dan Membangun Indonesia
Oleh : Mirza Muttaqien
Mahasiswa Program Doktor Hukum Pembangunan. Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga
Direktur Utama PT. Jatim Grha Utama
Surabaya, JatimUPdate.id : Di tengah derasnya arus globalisasi dan tantangan zaman yang semakin kompleks, Idul Fitri hadir sebagai momentum sakral yang tidak hanya membersihkan hati melalui ampunan, tetapi juga menggerakkan kita untuk menyuarakan solidaritas kepada saudara-saudara kita di belahan dunia yang dilanda penderitaan, khususnya di Gaza.
Baca Juga: Pemeriksaan Gubernur Jatim oleh Jaksa KPK di PN Tipikor Surabaya Batal Digelar
Konflik yang berkepanjangan di Gaza telah menjadikan wilayah itu simbol duka dan perjuangan, di mana rakyatnya terus berjuang menghadapi kekurangan pangan, air bersih, dan layanan kesehatan yang layak.
Dalam semangat Idul Fitri, kita diundang untuk merenung, menyatukan langkah, dan menyalurkan energi positif sebagai wujud kepedulian kemanusiaan kepada mereka yang berada di bawah bayang-bayang konflik.
Setiap tahun, perayaan Idul Fitri selalu sarat dengan nuansa kebersamaan dan kehangatan.
Di balik gemuruh takbir dan adzan yang menggema, tersimpan harapan untuk menghapus segala perselisihan dan menyucikan hati dari bekas kesalahan masa lalu.
Momen pengampunan ini mengajarkan kita bahwa dengan saling memaafkan, beban emosional dapat terangkat dan pintu kedamaian terbuka lebar.
Nilai pengampunan yang tulus ini menjadi fondasi yang kokoh bagi persatuan, memungkinkan kita untuk menghargai setiap perbedaan sebagai warna yang memperkaya keberagaman umat manusia—baik di tanah air maupun di Gaza yang terus menderita.
Kondisi di Gaza, dengan deretan reruntuhan dan penderitaan yang mendalam, seharusnya menjadi cermin bagi kita semua bahwa kemanusiaan itu bersifat universal, tanpa batas geografi maupun politik.
Di tengah situasi yang penuh kekacauan, rakyat Gaza berjuang untuk mempertahankan hak-hak dasar mereka dan menanti kedamaian yang hakiki.
Saat inilah, semangat Idul Fitri mengajak kita untuk menguatkan empati dan menunjukkan bahwa solidaritas bukanlah sekadar kata-kata, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan nyata.
Indonesia, dengan lebih dari 17.000 pulau dan keberagaman suku, agama, serta budaya, telah lama dikenal dengan tradisi persatuan yang mengakar.
Semangat gotong royong yang telah mengukir sejarah kejayaan bangsa harus terus dipelihara, terutama ketika kita dihadapkan pada tantangan global seperti yang terjadi di Gaza.
Baca Juga: Gelar Rakorda: Pordi Jawa Timur Mantapkan Arah Program Organisasi Tahun 2026
Lewat perayaan Idul Fitri, kita tidak hanya merayakan kemenangan pribadi, tetapi juga mengangkat harapan untuk perdamaian dan keadilan bagi seluruh umat manusia.
Kini, saatnya mengubah energi individual menjadi aksi kolektif yang mendukung hak asasi, kesejahteraan, dan pemulihan kemanusiaan—baik di dalam negeri maupun bagi saudara-saudara kita di Gaza.
Tak dapat disangkal, tantangan zaman ini menuntut komitmen dan partisipasi aktif dari setiap elemen masyarakat. Baik pemerintah, dunia usaha, maupun masyarakat sipil, harus bersinergi untuk menghadapi permasalahan yang ada.
Dalam konteks tersebut, Idul Fitri menjadi waktu yang tepat untuk memulai kembali dengan semangat baru—kesempatan untuk melepaskan dendam, membuka lembaran baru, dan bersama-sama melangkah menuju masa depan yang lebih cerah.
Semangat persatuan dan keikhlasan yang terpancar di hari yang penuh berkah ini hendaknya dijadikan landasan untuk menyebarkan energi positif, tidak hanya demi kemajuan Indonesia, tetapi juga sebagai bentuk kepedulian global kepada Gaza.
Di era informasi yang serba cepat, di mana kebenaran dan disinformasi sering berjalan beriringan, kita harus bijak memilih jalan yang mengutamakan kebaikan dan memperkuat solidaritas.
Baca Juga: Khofifah: Jawa Timur Terus Menguat sebagai Magnet Wisata Nusantara dan Mancanegara
Mari manfaatkan momentum Idul Fitri untuk menginspirasi diri sendiri dan sesama agar kita semua dapat menjadi agen perubahan yang membawa harapan dan perdamaian bagi dunia.
Perayaan penuh berkah ini tidak hanya membersihkan luka masa lalu, tetapi juga menyalakan semangat inovasi dan kontribusi positif, sehingga tercipta jembatan empati antara kita dan saudara-saudara di Gaza.
Akhirnya, Idul Fitri bukan sekadar penutup bulan Ramadhan, melainkan sebuah kemenangan batin yang mendorong kita untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih peka terhadap penderitaan sesama.
Dengan hati yang suci, pikiran yang terbuka, dan semangat untuk terus memberi, kita dapat mewujudkan bangsa yang harmonis, inklusif, dan berdaya saing, serta menjadi inspirasi bagi dunia dalam menegakkan keadilan dan perdamaian.
Marilah kita satukan langkah dan perbaharui komitmen untuk bersama-sama mengatasi tantangan zaman, membangun empati, dan menyebarkan energi positif bagi masa depan Indonesia yang gemilang serta harapan baru bagi Gaza.
Taqabbalallahu minna wa minkum. Selamat Idul Fitri 1445 H. Mohon maaf lahir dan batin. (red/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat