DPRD Minta Pemkot Surabaya Dilibatkan Secara Optimal dalam Program MBG
Surabaya, JatimUPdate.id - Selain menyoroti kurang tepat sasaran, Anggota Komisi D DPRD Surabaya Imam Syafi'i juga menilai Pemkot Surabaya tidak dilibatkan secara optimal dalam program makan bergizi gratis (MBG).
Padahal, sebut legislator Partai NasDem itu, program ini menggunakan dana APBN yang besar dan seharusnya bersinergi dengan pemerintah daerah.
Baca Juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas
"Dinas Pendidikan Surabaya pun tidak diajak dalam perencanaan maupun pengawasan. “Kesan yang muncul, Pemkot seolah harus mencari-cari data sendiri dan tidak diajak rapat,” kata Imam, Selasa (1/4)
Ia menilai hal ini tidak masuk akal, mengingat Pemkot memiliki perangkat dan data yang lebih lengkap mengenai kondisi sosial ekonomi warga Surabaya.
“Masak tidak percaya dengan pemerintah Surabaya? Ini kan program nasional yang seharusnya berjalan bersama,” kata Imam.
Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
Imam menyampaikan, Dinas Pendidikan justru lebih banyak terbebani urusan teknis seperti pemenuhan gizi dan proses distribusi makanan, ketimbang dilibatkan dalam perencanaan strategis.
Imam menegaskan, jika Pemkot dilibatkan sejak awal, program ini bisa berjalan lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan warga.
“Mestinya dinas-dinas ini bisa ikut mengawasi dan memantau agar program berjalan sesuai harapan,” ucapnya.
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Dengan adanya sinergi yang lebih baik, ia berharap distribusi MBG ke depannya bisa lebih merata dan menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan.
“Kami di DPRD juga ingin Pemkot terlibat lebih aktif, karena ini uang rakyat yang harus dikelola dengan baik,” demikian Imam Syafi'i. (Roy)
Editor : Miftahul Rachman