Sepanjang 2025, BPBD Mencatat 164 Kejadian Bencana di Malang
Malang, JatimUPdate.id : Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang mencatat sebanyak 164 kejadian bencana sepanjang triwulan pertama tahun 2025, dengan gempa bumi sebagai jenis bencana yang paling dominan.
Baca Juga: Tingkatkan Minat Belajar Matematika, Mahasiswa Unitri Perkenalkan Papan Perkalian Inovatif
Kepala Bidang Logistik dan Kedaruratan BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, menjelaskan bahwa jenis-jenis bencana yang tercatat meliputi angin puting beliung, banjir, gempa bumi, pohon tumbang, dan tanah longsor.
Data tersebut dihimpun oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Malang.
Dari Januari hingga Maret 2025, bencana yang paling sering terjadi adalah gempa bumi, dengan total 66 kejadian, diikuti oleh 42 kejadian tanah longsor.
Selain itu, BPBD juga mencatat 25 kejadian angin puting beliung, 23 kejadian pohon tumbang, dan 8 kejadian banjir. Meskipun tidak ada korban jiwa, delapan warga dilaporkan mengalami luka-luka akibat dampak dari berbagai kejadian bencana tersebut.
Sadono menekankan dampak infrastruktur yang ditimbulkan oleh bencana ini.
Baca Juga: Naikkan Kualitas Pembelajaran Matematika, Mahasiswa UNITRI Kenalkan Kincir Perkalian Papan Pecaha
"Sebanyak 130 fasilitas mengalami kerusakan, yang terbagi dalam kategori ringan, sedang, dan berat. Rincian kerusakan mencakup 109 unit rusak ringan, 14 unit rusak sedang, dan 7 unit mengalami kerusakan berat. Kerusakan berat paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Sumbermanjing Wetan, dengan total lima fasilitas yang rusak." terang Sudono, Kamis (20/4/2025).
Pemetaan kejadian bencana terbanyak terdata di Kecamatan Pujon dengan 12 kejadian, disusul oleh Singosari dengan 10 kejadian.
Beberapa kecamatan lain, seperti Lawang, Poncokusumo, dan Tirtoyudo, masing-masing mencatat enam kejadian.
Sebaliknya, belum terdapat laporan kejadian bencana di Kecamatan Gedangan, Kromengan, Pagelaran, Tajinan, dan Wajak hingga akhir Maret.
Baca Juga: Wabup Malang Apresiasi Peran Strategis GP Ansor
Sadono juga mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada, mengingat Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan potensi cuaca ekstrem dalam beberapa pekan ke depan.
BPBD Kabupaten Malang memperpanjang status Siaga Bencana Hidrometeorologi hingga akhir April 2025.
“Berdasarkan rilis BMKG, masyarakat diimbau untuk mengantisipasi potensi hujan lebat dan angin kencang hingga pekan depan. Kami terus berkoordinasi dengan tim reaksi cepat dan pihak terkait untuk melakukan identifikasi dan penilaian dampak, pembersihan, serta distribusi logistik darurat,” pungkas Sadono. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat