SIDOARJO - Penguatan ekonomi di Kabupaten Sidoarjo cukup epik, selain dari kecakapan mengurus pertanian, perkebunan dan bahkan sukses di bidang perikanan, membuat Sidoarjo dijuluki dengan Kabupaten penghasil petis (olahan makanan dengan bahan dasar ikan) di Jawa Timur.

Ya, Sidoarjo memang kaya dengan tambak dan secara geografis dekat dengan laut. Sehingga,  masyarakatnya banyak yang mengadu nasibnya untuk menekuni bidang tersebut.

Rasanya, potensi kearifan lokal tersebut sangat disayangkan jika tidak dikembangkan. Sehingga butuh nahkoda yang visinya lebih konkrit dalam pemberdayaan daerah.

Ali Yusa, salah satu alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya angkatan 94  mengagumi sosok BHS.

"Saat ini dari ketiga calon tersebut, saya melihat BHS orang yang sangat paham tentang kemaritiman dan punya potensi untuk meningkatkan dan mengembalikan marwah Sidoarjo sebagai kota maritim yang memiliki kekuatan pangan terbesar di Jawa timur," tuturnya kepada JatimUpdate, Jum'at (20/11/2020).

Ali juga menambahkan, sejak abad ke-7 hingga 18, dirinya cukup mengakui prestasi kemaritiman yang dimiliki Sidoarjo sebagai salah satu kota Ujung Galuh.

"Butuh seorang yang paham tentang budaya-budaya pertanian, dan terutama budaya maritim yang sebetulnya sudah ada sejak abad ke-7 tersebut," lanjut pria yang juga saya ketua dewan pembina AIBINDO (Asosiasi Industri Boat Yard Indonesia) ini.

Bahkan, lanjut Ali, kemajuan Sidoarjo dimasa lampau cukup menyokong aktifitas ekonomi di daerah-daerah tetangga, seperti Surabaya dan Mojokerto pada saat itu. Karena dari kesekian kecakapan manusianya Sidoarjo juga memiliki segudang potensi Sumber Daya Alam (SDA)

Sehingga, negeri-negeri tetangga saat era penjajahan, lebih memilih untuk mendaratkan pelayarannya di Sidoarjo sebelum menyerang Indonesia.

"Sungai Brantas yang bermuara di Sungai Klocor merupakan alur pelayaran dari prajurit-prajurit Tiongkok (yang) sudah pasti Sidoarjo merupakan daerah utama penyokong kota-kota besar pada saat itu dan saat ini karena hasil pertaniannya, hasil-hasil perkebunannya, peternakannya dan hasil-hasil perikanannya," terangnya.

reporter: M Niam

Berita Terkait

Berita Terpopuler