Ansor Jatim Minta LPDP Dievaluasi Dari Pemerataan hingga Komitmen Nasionalisme

Reporter : -
Ansor Jatim Minta LPDP Dievaluasi Dari Pemerataan hingga Komitmen Nasionalisme
Musaffa' Safril, dok istimewa

Surabaya,JatimUPdate.id - Ketua PW GP Ansor Jawa Timur, Musaffa Safril, menyoroti anggapan publik program beasiswa yang dikelola Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) terkesan lebih mudah diakses kalangan ekonomi mapan.

Musaffa menyebut salah satu syarat yang cukup berat terkait standar kemampuan bahasa Inggris (TOEFL) dan kriteria administratif lainnya. 

Baca Juga: Perkuat SDM Kader, Ansor Jatim Bahas Kerjasama Strategis dengan UPN

"Itu sering kali hanya dapat dipenuhi oleh mereka yang memiliki akses pendidikan dan fasilitas memadai. Jika tidak ada afirmasi dan keberpihakan yang jelas, maka yang menikmati program ini bisa jadi hanya mereka yang secara finansial sudah kuat,” kata Musaffa' melalui keterangan, Selasa (24/2).

Musaffa' menekankan sistem rekrutmen dan arah tujuan program beasiswa ini dilakukan evaluasi. Sebab banyak masyarakat memiliki keterbatasan akses.

Pun beasiswa negara harus menjadi instrumen pemerataan dan keadilan sosial.

"Perbaikan harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk membuka akses yang lebih merata bagi putra-putri daerah, kalangan pesantren, dan kelompok masyarakat yang selama ini memiliki keterbatasan akses. Beasiswa negara, tegasnya, tidak boleh terkesan hanya untuk golongan tertentu, tetapi harus menjadi instrumen pemerataan dan keadilan sosial," bebernya.

Musaffa' juga mendorong alumni LPDP, utamanya yang menempuh pendidikan di luar negeri berkontribusi bagi bangsa dan negara. 

Baca Juga: Kiai Zuhri Zaini: Medsos Bisa Jadi Musibah Sosial Jika Ukhuwah Kita Rapuh

Pasalnya sebut Musaffa beasiswa yang mereka peroleh dibiayai oleh tetesan keringat rakyat.

"Negara tidak boleh dirugikan oleh pihak-pihak yang justru dibiayai oleh uang rakyat. Setiap penerima beasiswa harus memiliki komitmen kebangsaan yang kuat dan kembali dengan semangat pengabdian, bukan justru kehilangan orientasi nasional atau berpihak pada kepentingan asing" jelasnya.

Maka dari itu Ansor Jawa Timur berharap terdapat penguatan sistem pembinaan, pengawasan, serta penanaman nilai-nilai kebangsaan.

"Sehingga investasi negara ini melahirkan generasi unggul yang berintegritas dan setia pada kepentingan nasional," jelasnya.

Baca Juga: MDS Rijalul Ansor Gelar Upgrading di Ponpes Nurul Jadid Paiton

Selain itu, Ansor Jawa Timur juga menyayangkan serta mengecam konten viral bertajuk “Cukup Saya WNI, Anak Jangan” 

Ansor Jatim menganggap konten yang dibikin penerima beasiswa LPDP itu melukai rasa kebangsaan dan mencederai semangat nasionalisme.

"Apalagi disampaikan oleh pihak yang memperoleh pembiayaan pendidikan dari negara," urai Musaffa' Safril. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman