Yona Dukung Wali Kota Eri Segel Gudang Ilegal, Tapi Tak Pandang Bulu
Surabaya,JatimUPdate.id – Ketua Komisi A DPRD Surabaya, Yona Bagus Widyatmoko, angkat suara terkait langkah penyegelan gudang milik CV Sentosa Seal yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bersama Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak, AKBP Wahyu Hidayat, pada Selasa (22/4).
Ia menyebut tindakan itu sebagai bentuk ketegasan yang layak jadi pembelajaran.
Baca Juga: KBS Resmi Jadi Perumda, Manajemen Kebun Binatang Surabaya Siap Benahi Legalitas
"Langkah ini perlu kita apresiasi. Ini bukan soal isu viral, tapi murni perizinan. Gudangnya tidak punya TDG (Tanda Daftar Gudang)," ujar Yona saat dikonfirmasi wartawan.
Wakil Ketua DPC Partai Gerindra Surabaya itu menilai, penegakan aturan soal legalitas usaha harus dilakukan tanpa ragu.
Yana menekankan, penegakan aturan bukan hanya sebagai sanksi, tetapi juga sebagai edukasi kepada pelaku usaha agar tertib administrasi.
"Ini bentuk keberanian pemimpin daerah dalam menata iklim usaha yang sehat dan berkeadilan. Harus jadi contoh," tegasnya.
Meski menyayangkan DPRD tak dilibatkan dalam proses penyegelan, Yona menilai langkah Wali Kota sudah sesuai jalur.
Dari sudut pandangnya ketegasan Eri Cahyadi menunjukkan keberpihakan pada aturan, bukan sekadar formalitas.
Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus
"Yang penting substansinya. Ini soal ketertiban usaha di Kota Surabaya," katanya.
Yona juga mendorong agar Pemkot, lewat dinas teknis, tak hanya berhenti di CV Sentosa Seal.
Ia meminta pendataan menyeluruh terhadap seluruh gudang di Surabaya, baik yang berada di kawasan industri maupun yang beroperasi di ruko.
“Jangan cuma di Margomulyo. Banyak gudang yang nyamar di ruko-ruko, itu juga harus dicek perizinannya,” tambahnya.
Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi
Ia juga mewanti-wanti agar tidak ada perlakuan berbeda antar pelaku usaha. Pemkot diminta berlaku tegas dan adil tanpa pandang bulu.
“Kalau nggak punya TDG, ya tutup. Jangan tebang pilih. Harus konsisten,” tegasnya.
Lebih lanjut, Yona menyinggung pentingnya menciptakan hubungan industrial yang sehat antara pengusaha dan karyawan, yang menurutnya tak bisa dipisahkan dari aspek legalitas usaha.
“Legalitas bukan cuma soal izin usaha, tapi juga menyangkut perlindungan hak-hak pekerja. Semuanya harus terintegrasi,” demikian Yona Bagus Widyatmoko. (*Roy)
Editor : Miftahul Rachman