Musdesus Bakal Berlangsung Rabu-Kamis (23-24/04/2025)
16 Kades Kecamatan Wringinanom Komitmen Dalam Dua Hari Tuntaskan Pendirian Kopdes Merah Putih
Wringinanom, Gresik, JatimUPdate.id : 16 Kepala Desa di Wilayah Kecamatan Wringinanom Kabupaten Gresik menyatakan tekad dan komitmennya untuk membentuk Koperasi Desa Merah Putih dalam rentang waktu dua hari (Rabu-Kamis, 23-24/04/2025) sehingga pada Jumat (25/04/2025) bisa dilaporkan ke Pemkab Gresik sekaligus diproses dan ditindaklanjuti.
Komitemen ke-16 Kades Kec. Wringinanom itu terjadi pada forum Rapat Koordinasi yang dibalut Sosialisasi Kopdes Merah Putih pada Selasa Malam (22/04/2025) di Gedung Pertemuan Desa Sambung.
Baca Juga: Mendes Dorong Pertumbuhan Kopdes, Minimarket Diminta Stop Ekspansi
Proses pertemuan berbuah komitmen 16 Kades itu dimotori oleh Ardita Risdiansah selaku Camat Wringinanom dibantu TPP Kecamatan Wringinanom yang juga dihadiri Yuristiarso Hidayat selaku TA PM Kabupaten Gresik.
"Alhamdulillah setelah melakukan pertemuan berlangsung dinamis, akhirnya 16 Kades di Wringinanom bersedia untuk menggelar Musyawarah Desa Khusus guna proses pembentukan Koperasi Merah Putih yang akan digelar secara maraton dalam rentang waktu 2 hari saja yaitu Rabu dan Kamis [23-24/04/2025]," kata Ardita Risdiansah kepada jurnalis JatimUPdate.id yang ikut meliput acara itu pada Selasa Malam (22/04/2025).
Lebih jauh Camat Wringinanom menyatakan Pemkab Gresik tengah mendorong semua Camat agar menggerakkan Kades-Kades diwilayahnya untuk bisa secara cepat membentuk atau mendirikan Kopdes Merah Putih.
"Awalnya Desa yang disarankan oleh Pemkab Gresik untuk segera mendirikan Kopdes Merah Putih adalah yang alokasi Dana Desanya berkisar Rp1 miliar keatas. Tapi berdasarkan pertemuan yang diinisiasi TPP Wringinanom dan pengurus AKD Wringinanom ini malah semua Kades bersepakat untuk bersedia membentuk Kopdes Merah Putih. Ini sangat menggembirakan," tegas Camat Wringinanom yang alumnus Universitas Jember itu.
Lebih detail, Ardita Risdiansah menyatakan pihaknya akan melakukan penjadwalan selama 2 hari ini guna ke-16 Desa tersebut menggelar Musdesus termasuk menugaskan staf kecamatan dan TPP guna mendampingi proses forum pembentukan Kopdes Merah Putih itu.
"Sesuai arahan Pak Bupati dan Pak Wabub Gresik diharapkan semua kecamatan pada Jumat [25/04/2025] telah menyelesaikan sejumlah musdesus sehingga pada hari itu berkas-berkas yang sebelumnya telah diunggah di website bisa ditindaklanjuti proses legalitasnya," terangnya.
Sementara itu Yuristiarso Hidayat selaku TA PM Gresik memberikan prespektif tentang keberadan dan sejarah lembaga koperasi yang merupakan soko guru perekonomian bangsa berdasarkan Pasal 33 ayat 1 UUD 1945.
Baca Juga: Pemerintah Pastikan Dana Desa untuk Kopdes Merah Putih Tak Ganggu Pembangunan Desa
"Koperasi ini lembaga yang peran dan jejak keberadaannya sangat panjang. Bahkan keberadaannya telah digalang oleh para perintis sejak era Hindia Belanda. Koperasi pertama berdiri di Purwokerto Kabupaten Banyumas pada 1895," ungkap Yuristiarso.
Lebih jauh Yuristiarso menyebutkan bahwa diera krisis ekonomi global pada 1930-1940 keberadaan koperasi di era kolonial Hindia Belanda itu ternyata telah berperan besar mampu meredam dampak krisis sehingga Nusantara era itu tidak terlalu terdampak.
"Keberhasilan koperasi meredam dampak resesi ekonomi global era itu bisa diketahui dari buku 10 Tahun Koperasi 1930-1940 karya RM Margono Djojohadikusumo, salah satu perintis koperasi bersama Mohammad Hatta dan R. Aria Wiria Atmaja. RM Margono adalah Kakek Presiden Prabowo Subianto," ujar Yuris yang juga peneliti Sygma Research And Consulting dimana lembaga itu kini tengah getol melakukan riset historis RM Margono Djojohadikusumo.
Koordinator TPP Wringinanom Rosif menyatakan optimismenya bila Koperasi Desa Merah Putih ini akan bisa bersinergi dan berkolaborasi bersama BUMDesa dalam memajukan perekonomian desa.
Baca Juga: Desa Kesulitan Lahan untuk KDMP, Pemerintah Siapkan Regulasi
"BUMDesa dan Kopdes Merah Putih mesti bermitra dan berkolaborasi termasuk nantinya berbagi peran guna bersama-sama memakmurkan perekonomian desa-desa di Wringinanom," kata Rosif yang didampingi Tim TPP Wringinanom terdiri atas Syamsul Huda (PD), Umar Afandi (PLD) dan Anang Sufyan (PLD).
Dalam forum diskusi dengan para kades itu berlangsung dinamis termasuk ditampung sejumlah keinginan dan harapan sektor usaha yang bakal digeluti Kopdes Merah Putih.
"Bahkan bila memungkinkan karena prospeknya bagus, Kopdes Merah Putih bisa mendirikan SPBU di wilayah Wringinanom. Hal ini mesti disampaikan ke Pemkab agar keberadan Kopdes bisa semakin berdampak signifikan," kata salah satu Kades.
Forum itu diinisiasi oleh AKD Wringinanom yang beranggotakan Ketua AKD, Mustofa, Bendahara AKD, Deni Erikawati, dan Sekretaris AKD, Suwoto. Sementara itu data yang dihimpun Redaksi JatimUPdate.id, ke-16 Kades yang hadir terdiri atas :
1. Titin Setyaningsih, selaku Kades Pasinan Lemahputih
2. Subambang (Kades Sumengko)
3. H. Hadi (Kades Lebani Waras)
4. Mustofa (Kades Lebanisuko)
5. H. Yoko (Kades Wringinanom)
6. Sueb Wahyudi (Kades Sumberame)
7. Supriadi (Kades Kedunganyar)
8. Sohidin (Kades Sumberwaru)
9. Bambang Purnomo (Pj Kades Kepuhklagen)
10. Suwoto (Kades Sumbergede)
11. Supardi (Kades Mondoluku)
12. Aspari (Kades Kedambenkulon)
13. Harun (Kades Pedagangan)
14. H. Sutrisno (Kades Sooko)
15. Deni Erikawati (Kades Sembung)
16. H. Yani (Kades Watestanjung). (mif/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat