Bulan Bung Karno, Baktiono: Pemuda Harus Progresif dan Revolusioner

Reporter : -
Bulan Bung Karno, Baktiono: Pemuda Harus Progresif dan Revolusioner
Baktiono dok Jatimupdate.id/Roy

Surabaya,JatimUPdate.id - Momentum Juni 2025 atau yang dikenal Bulan Karno, Sekretaris PDI Perjuangan Surabaya, Baktiono mengenang kata bijak Bung Karno "Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia,".

Baktiono menegaskan, 10 pemuda yang dimaksud Bung Karno adalah pemuda progresif, revolusioner sehingga andilnya mampu mengguncang dunia.

Baca Juga: Apresiasi Purabaya-Kenpark Lewat Tol, Eri Irawan Dukung Kembali Pakai Bus

"Seperti apa sih? Contoh saja kalau kita lihat sepak bola. Yang namanya Cristiano Ronaldo, Lionel Messi, kalau itu main bisa menggoncangkan dunia. Kalau piala dunia kan jelas ya, kalau ini tampil." kata Baktiono kepada Jatimupdate, Senin (6/2).

Maka dari itu, Baktiono menegaskan, pemuda harus progresif, revolusioner, kerja keras, berpikir hebat dan mempunyai argumentatif yang kuat.

Namun, urai anggota DPRD Surabaya itu, pemuda harus menghasilkan karya sebagaimana yang dicetuskan Anak-anak muda 1928.

"Anak muda harus progresif, revolusioner itu yang mereka harus miliki. Kerja keras, berpikir, hebat, argumentatif, dan mempunyai hasil-hasil karya seperti anak-anak muda pada tahun 1928." beber Baktiono.

Baca Juga: BPJS Nonaktif Tanpa Pemberitahuan, Warga Miskin Terancam Gagal Operasi

Baktiono menjelaskan, Bung Karno pada tahun itu juga ikut terlibat. Namun, ia sebagai pendorong. Sebab, beber dia Bung Karno bersama pemuda waktu mempunyai komitmen kuat, jujur, ideologis.

Pun punya pendirian kuat, dan juga mempunyai imunitas ketahanan ideologi dan ketahanan politik. 

"Itu mereka tidak kuat, tidak mudah diombang-ambingkan, punya komitmennya. Karena persyaratan pemuda saat itu, satu belum menikah. Yang kedua usia maksimal 25 tahun." jelasnya.

Baca Juga: DPRD Surabaya Soroti Dinamika Normalisasi Sungai Kalianak Tahap II

Baktiono menjelaskan, Bung Karno waktu itu sudah menikah. Namun komitmen membangun bangsa sangatlah kuat. Sehingga dia sebagai pendobrak atau pendorong.

"Bung Karno sudah menikah. Dia dengan Ibu Untari, anaknya Pak Cokro Aminoto. Dan Bung Karno usia 28 tahun. Jadi komitmennya dia tidak ikut, tapi dia di belakang mendorong. Dan itu juga patut dicontoh untuk kaum muda saat ini, jangan sampai kalah bersaing," demikian Baktiono. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman