HMI Sidoarjo Kritisi 100 Hari Kerja Kepemimpinan Subandi-Mimik

Reporter : -
HMI Sidoarjo Kritisi 100 Hari Kerja Kepemimpinan Subandi-Mimik
Bupati Sidoarjo Subandi menerima Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo sesaat setelah organisasi kemahasiswaan itu melakukan aksi unjuk rasa di depan Pendopo Kabupaten yang berisi kritik atas capaian kinerja 100 Hari pemerintahan Kabupaten Sidoar

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Seratus hari pertama pemerintahan Bupati Sidoarjo Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana menuai kritik tajam dari aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sidoarjo dengan menggelar aksi demonstrasi bertajuk Catatan Hitam 100 Hari Kerja Bupati dan Wakil Bupati Sidoarjo, di halaman Pendopo, Selasa (3/6/2025).

Baca Juga: SMA Al Muslim Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Brand Audit Sampah Plastik

Ketua Umum HMI Cabang Sidoarjo, Dandi Amar Rizky B, menyampaikan bahwa selama seratus hari kepemimpinan Subandi-Mimik, janji kampanye yang digaungkan belum menunjukkan kemajuan berarti.

Ia menyebut berbagai persoalan mendasar belum ditangani secara serius.

"Seratus hari ini bukan hanya soal seremoni. Kami menilai belum ada langkah konkret yang dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama soal banjir dan transparansi anggaran," ujar Dandi dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, HMI mengkritisi tujuh poin utama yang dinilai sebagai kelemahan pemerintahan Subandi-Mimik:

Baca Juga: Sidak RTLH di Sedati, Bupati Sidoarjo Pastikan Rumah Warga Segera Diperbaiki

1. Penanganan banjir belum optimal, terutama di wilayah Waru, Taman, dan Porong.
2. Transparansi terhadap program prioritas masih minim.
3. Program 20.000 beasiswa belum disosialisasikan secara rinci.
4. Kurangnya keberpihakan terhadap pemuda dalam kebijakan strategis.
5. Minim inovasi dan keberanian dalam menyelesaikan masalah publik.
6. Evaluasi kinerja OPD tidak dilakukan secara terbuka.
7. Dominasi simbolisme dibandingkan capaian nyata.

Atas temuan tersebut, HMI mengajukan tuntutan, termasuk evaluasi terbuka terhadap kinerja 100 hari, percepatan realisasi program prioritas, serta penghentian praktik politik transaksional.

"Kritik ini adalah bentuk cinta terhadap daerah. Sidoarjo butuh perubahan yang nyata, bukan sekadar janji," tegas Dandi.

Baca Juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku

Menanggapi kritik tersebut, Bupati Subandi dan Wakil Bupati Mimik Idayana sebelumnya telah menandatangani Pakta Integritas bersama HMI. Dokumen ini merupakan bentuk komitmen moral dan politik dalam mengawal 14 program prioritas Pemkab Sidoarjo.

Dalam pakta tersebut, pemerintah menyatakan kesediaan membuka informasi pelaksanaan program, memberikan ruang evaluasi bersama, dan menerima kritik secara terbuka.

"Kami menyepakati prinsip transparansi, partisipasi, dan keadilan sosial. Kelompok rentan dan pemuda akan menjadi perhatian utama dalam pelaksanaan program," demikian bunyi dokumen yang ditandatangani oleh Subandi dan Mimik.(ih/yh)

Editor : Ibrahim