Bondowoso Rayakan Idul Adha Bebas Plastik, Ganti Kantong Plastik dengan Besek dan Daun Pisang
Bondowoso, JatimUPdate.id, - Menjelang Idul Adha 1446 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengambil langkah berbeda yang segar dan penuh makna.
Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Melalui Surat Edaran Nomor 133 Tahun 2025, warga diimbau merayakan hari kurban tanpa kantong plastik.
Sebagai gantinya, mereka diajak menggunakan besek bambu, daun pisang, atau membawa wadah pribadi untuk membungkus daging kurban.
“Mari rayakan kurban tanpa sampah plastik,” seru Bupati Abdul Hamid Wahid dalam surat edaran yang disebar sampai ke takmir masjid dan kepala desa, tertanggal 3 Juni 2025.
Langkah ini sejalan dengan tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2025, “Mengakhiri Polusi Plastik,” sekaligus menindaklanjuti Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup Nomor 04 Tahun 2025.
Data Kementerian Lingkungan Hidup mengungkap fakta mencengangkan: perayaan Idul Adha meninggalkan ratusan ton sampah plastik tiap tahun, sebagian besar berasal dari kantong pembungkus daging. Bondowoso menolak jadi bagian dari angka tersebut.
Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
Tak hanya melarang plastik, Pemkab juga menginstruksikan panitia kurban menyediakan tempat sampah terpilah dan membentuk satuan tugas pengelolaan sampah di setiap lokasi penyembelihan dan salat.
Mereka bertugas membersihkan sekaligus mengedukasi warga tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Kebijakan ini menguatkan Peraturan Bupati Nomor 44 Tahun 2023 tentang pengurangan kantong plastik, bukan sekadar aturan administratif, melainkan wujud nyata kearifan lokal yang mulai terkikis.
Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya
Meski tantangan besar karena plastik selama ini dikenal murah dan praktis, Bondowoso memilih jalur berbeda, yang lebih ramah lingkungan.
Dari desa-desa lereng Gunung Ijen, warga percaya bahwa perubahan besar dimulai dari hal sederhana, satu besek, sehelai daun pisang, dan satu kurban bersih.
Idul Adha tahun ini di Bondowoso pun jadi lebih dari ritual ibadah. Ia menjadi panggilan menjaga bumi, rumah bersama yang tak bisa diabaikan. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat