Gebyar Muharram Grujugan Bondowoso: Tradisi Hidup, UMKM Bangkit
Bondowoso, JatimUPdate.id, – Suasana malam di halaman Kantor Kecamatan Grujugan, Kabupaten Bondowoso, berubah semarak. Deretan tenda bazar berdiri rapi, alunan musik islami terdengar dari pengeras suara, dan aroma makanan khas desa menyambut setiap pengunjung. Inilah wajah Gebyar Muharram 1447 Hijriyah yang digelar sejak Jumat (27/6/2025) hingga 5 Juli mendatang.
Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat
Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara Pemerintah Kecamatan Grujugan, pemerintah desa, pelaku UMKM, lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, BRI Unit Grujugan, serta masyarakat umum dalam menyambut Tahun Baru Islam dengan semangat pemberdayaan.
Bazar UMKM yang berlangsung setiap hari mulai pukul 15.00 hingga 21.00 WIB menghadirkan berbagai produk unggulan dari desa-desa di Kecamatan Grujugan. Mulai dari kuliner, kerajinan tangan, hasil pertanian, hingga olahan makanan kekinian.
Plh Camat Grujugan, Marcos Da Costa menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Bupati Bondowoso, agar momentum 1 Muharram dijadikan momen untuk menggerakkan perekonomian dan melestarikan tradisi lokal.
“Ini bukan sekadar acara seremonial. Antusiasme peserta sangat luar biasa, khususnya dari pemerintah desa yang aktif membawa produk unggulan dan berkolaborasi langsung dengan kecamatan,” ujar Marcos.
Yuli, pelaku UMKM asal Desa Taman, yang menjajakan aneka olahan sosis dan makanan siap saji, mengaku senang bisa terlibat dalam bazar ini.
Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik
“Biasanya saya jualan dari rumah dan lewat online. Di sini pembelinya lebih banyak dan bisa dapat pelanggan baru,” ungkapnya.
Tak hanya bazar, rangkaian Gebyar Muharram juga dimeriahkan oleh penampilan seni dan kreasi siswa-siswi dari berbagai jenjang pendidikan, serta pertunjukan komunitas lokal yang menambah semarak suasana.
Pada 2 Juli mendatang, juga direncanakan peresmian Klinik Pertanian sebagai pusat layanan dan edukasi bagi para petani di wilayah Grujugan.
Baca Juga: Lapak Takjil Ilegal di Malang Dibongkar, Polisi Selidiki Dugaan Praktik Setoran
Rencananya, kegiatan ini akan dihadiri langsung oleh Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid.
Dengan sentuhan religi, budaya, dan ekonomi, Gebyar Muharram di Grujugan menjadi contoh bagaimana perayaan keagamaan dapat menjadi penggerak pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.
“Tradisi tetap hidup, ekonomi rakyat ikut bergerak,” pungkas Marcos. (ries/yh)
Editor : Miftahul Rachman