Ketua DPRD Sidoarjo Klarifikasi Ketegangan dengan Bupati: Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan

Reporter : -
Ketua DPRD Sidoarjo Klarifikasi Ketegangan dengan Bupati: Kolaborasi Jadi Kunci Pembangunan
Ketua DPRD Sidoarjo Abdillah Nasih duduk memimpin sidang didampingi Bupati Sidoarjo Subandi.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, Abdillah Nasih, buka suara terkait memanasnya relasi antara legislatif dan eksekutif pasca pernyataan kontroversial Bupati Sidoarjo yang menyebut DPRD “menghambur-hamburkan” anggaran.

Baca Juga: SMA Al Muslim Dorong Kesadaran Lingkungan Lewat Brand Audit Sampah Plastik

Menurut Abdillah, ketegangan tersebut merupakan bagian dari dinamika politik yang wajar dalam sistem demokrasi, selama tetap berpijak pada semangat kolaboratif.

“Kerja-kerja politik dan birokrasi memang penuh dinamika, tapi itu bagian dari proses kolektif membangun daerah. Insya Allah semua demi kemajuan Sidoarjo,” ujarnya saat ditemui di Gedung DPRD, Rabu (2/7/2025).

Abdillah menegaskan bahwa polemik yang sempat mengemuka kini telah mereda. Ia menyebut komunikasi antarlembaga menjadi fondasi utama untuk menyatukan visi dalam pembangunan daerah.

“Legislatif dan eksekutif harus berjalan seiring. Tidak boleh ada ego sektoral. Tujuan kita sama, membangun Sidoarjo,” tegasnya.

Salah satu isu krusial yang mencuat ialah penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Abdillah menyoroti pentingnya pelibatan publik dan representasi aspirasi masyarakat dalam dokumen perencanaan lima tahunan tersebut.

“RPJMD jangan hanya didikte oleh eksekutif. DPRD menampung aspirasi warga, dan itu harus masuk ke dalam dokumen strategis daerah. Harus ada forum konsultasi publik sebelum finalisasi,” ucapnya.

DPRD, lanjut Abdillah, juga tengah mendorong pembentukan panitia khusus (pansus) agar pembahasan RPJMD berlangsung secara transparan dan inklusif.

“Pembangunan tak boleh jadi proyek dua lembaga saja. Harus ada ruang partisipasi lebih luas,” imbuhnya.

Baca Juga: Sidak RTLH di Sedati, Bupati Sidoarjo Pastikan Rumah Warga Segera Diperbaiki

Terkait pernyataan Bupati yang menilai DPRD boros anggaran, Abdillah memilih menahan diri dan tidak memperpanjang polemik.

“Itu sudah selesai. Tidak perlu diperpanjang,” katanya singkat.

Ia lebih memilih fokus pada penyempurnaan RPJMD, yang sempat tertunda akibat belum terakomodasinya sejumlah aspirasi DPRD serta penilaian atas target-target pembangunan yang dinilai kurang realistis.

“Target pembangunan tidak bisa asal ambisius. Harus disesuaikan dengan potensi daerah dan capaian sebelumnya,” jelasnya.

Abdillah juga menegaskan perlunya pendekatan baru dalam penyusunan RPJMD yang adaptif terhadap tantangan era digital dan kebutuhan generasi muda.

Baca Juga: Aksi Balap Liar Diamankan di Arteri Porong Sidoarjo, Polisi Panggil Orang Tua Pelaku

“Kita butuh terobosan. Digitalisasi dan kebutuhan generasi milenial harus jadi pertimbangan serius,” ujarnya.

Menanggapi sejumlah pokok pikiran (pokir) DPRD yang belum terealisasi, Abdillah menyebut hal itu sebagai dinamika teknis dalam siklus anggaran.

“Normal terjadi, tergantung pada proses penjadwalan dan prioritas OPD,” tuturnya.

Meski sempat diwarnai ketegangan, Abdillah tetap optimistis terhadap keberlangsungan sinergi antara DPRD dan Pemkab Sidoarjo.

“Bismillah, kami ingin bangun Sidoarjo dengan semangat kolaborasi, bukan kompetisi,” tutupnya. (ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat