Wahyuni Refi Optimis Kongres Persatuan Akhiri Dua Kubu Kepengurusan GMNI

Reporter : -
Wahyuni Refi Optimis Kongres Persatuan Akhiri Dua Kubu Kepengurusan GMNI
Wahyuni Refi Setya Bekti, dok istimewa

Surabaya, JatimUPdate.id - Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Wahyuni Refi Setya Bekti merespons positif langkah DPC GMNI Surabaya dan Jember membentuk Badan Pekerja Kongres Nasional XXII Tahun 2025, untuk mengakhiri dualisme kepemimpinan antara kubu Imanuel Cahyadi-Soejahri Somar dan Arjuna Putra Aldino-M. Ageng Dendy Setiawan.

Wahyuni meyakini, mayoritas alumni dan kader aktif sepakat dengan kongres persatuan untuk mengakhiri dualisme kepengurusan GMNI.

Baca Juga: Analisis Kritis atas Polarisasi, Hilangnya Fungsi Ideologis, dan Transformasi menjadi Tangga Karier

"Menurut saya, pasti semua alumni dan semua kader aktif sebagian besar setuju dengan kongres persatuan, perlu saya garis bawahi sebagian besar dan ada juga sebagian kecilnya tidak sepakat dengan alasan tertentu." tutur Wahyudi, melalui keterangannya yang diterima redaksi, Jum'at (4/7).

Wahyuni memaparkan, saat aktif sebagai kader juga pernah merasakan atmosfer perpecahan kepengurusan di tubuh GMNI. 

Namun beber dia, GMNI berhasil bersatu kembali dengan menggelar kongres persatuan 2006 di Bangka Belitung

"Jadi belajar dari pengalaman, saya dan teman- teman di era presidium yang lalu, karena memang kami waktu itu juga mewarisi perpecahan GMNI, ada KLB Medan dan hasil kongres Manado, perpecahan GMNI, dan kami juga berhasil menyatukan gmni dengan kongres persatuan tahun 2006 di Bangka Belitung saat itu. Artinya kami punya pengalaman menyatukan gmni berbagai seluk beluk dan dengan sejarahnya." urai Wahyuni.

Kendati begitu, tutur Wahyuni, saat itu masih ada kader dan alumni menolak bersatunya dua kubu. 

Baca Juga: HMI dan GMNI: Survival dalam Gerak Zaman, Melawan “Serakahnomics” sebagai Musuh Baru Republik 

Maka dari itu, ia menekankan kongres kali ini merupakan tantangan bagi badan pekerja kongres untuk menyatukan dualisme.

"Memang ada sebagian kecil tidak sepakat bahkan bukan hanya alumni saja dan di internal GMNI aktif sendiri saat itu ada juga yang menolak persatuan dan sebagainya. Saya yakin itu juga ada di GMNI saat ini. Tentu tantanganya Badan Pekerja Kongres yang mau menyatukan dua pihak kubu GMNI pasti tidak langsung jalan." terang Wahyuni.

Wahyuni optimis dengan semangat dan kegigihan badan pekerja kongres, dua kubu GMNI akan kembali

Meskipun tambah, Ketua Umum Presidium GMNI periode 2002-2005, badan pekerja kongres banyak mendapatkan intervensi dari kalangan internal maupun eksternal.

Baca Juga: Perkuat Karakter Kader GMNI Fisip UNTAG Surabaya Gelar KTD

"(Kongres) pasti bukan sesuatu yang tidak mungkin jika semangatnya, niatnya, kemandiriannya dan segala macamnya di persiapkan dengan baik saya yakin itu bisa terlaksana. Pesannya cuma satu be yourself jadilah diri kalian sendiri, ketikan teman- teman menyiapkan kongres persatuan pasti akan banyak sekali hal- hal mencoba mempengaruhi dari luar dan internal." papar Wahyuni.

Wahyuni mendorong, agar badan pekerja kongres mematangkan persiapannya. Sehingga dua kubu dapat saling menyamakan dan menyatukan pemikiran.

"To people good loking aja niat itu yang harus di kencengi bagi teman- teman yang mempunyai kesadaran untuk menyatukan kembali GMNI, tapi susah nanti jalannya kalau teknisnya seperti apa, nanti mesti dirundingkan kedua belah pihak." demikian Wahyuni Refi Setya Bekti. (Roy)

Editor : Yuris. T. Hidayat