Pemkab Bondowoso Gandeng Kampus dan Lembaga Mitra, Teken MoU Bangun Sinergi Stra

Bupati Hamid: Kolaborasi Adalah Kunci Pembangunan Di Era Disrupsi

Reporter : -
Bupati Hamid: Kolaborasi Adalah Kunci Pembangunan Di Era Disrupsi
Para pimpinan perguruan tinggi dan lembaga mitra bersama Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid berpose usai penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dalam gelaran The 4th International Conference on Humanity, Education, and Society (ICHES) 2025, Sabtu (5/7/202

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, –
Pemerintah Kabupaten Bondowoso resmi menjalin kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi dan lembaga mitra melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU), bertempat di Pendopo Raden Bagus Asra, Bondowoso, Sabtu (5/7/2025).

Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Penandatanganan ini menjadi bagian dari agenda The 4th International Conference on Humanity, Education, and Society (ICHES) 2025.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh Bupati Bondowoso Abdul Hamid Wahid, Koordinator Kopertais IV Surabaya Prof. Dr. Ahmad Muzakki, Ketua Forpim PTKIS Tapal Kuda Dr. H. Kholilur Rahman, serta para rektor, direktur, dan pimpinan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Swasta (PTKIS), perguruan tinggi negeri dan swasta se-Tapal Kuda, serta perwakilan lembaga mitra dan pihak ketiga.

Dalam sambutannya, Bupati Hamid menegaskan bahwa tantangan pembangunan di era disrupsi tidak bisa diselesaikan oleh pemerintah sendiri.

Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam membangun tata kelola pemerintahan yang inklusif dan adaptif.

“Pemerintah daerah tidak bisa lagi berjalan sendiri. Kerja sama ini adalah wujud nyata dari komitmen membangun ekosistem kolaboratif yang berkelanjutan,” tegas Bupati Hamid.

Baca Juga: Disdik Bondowoso Atur Jam Belajar Ramadan 2026 Mulai 07.30 WIB

Ia menyebut ruang lingkup kerja sama ini meliputi pendidikan dan pelatihan, penelitian, pengabdian masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, transformasi digital, inovasi pelayanan publik, hingga pemberdayaan masyarakat berbasis desa.

Bupati juga menyoroti pentingnya peran kampus sebagai pusat pengkajian ilmu yang mendukung kebijakan berbasis data dan riset.

Sementara sektor swasta dan lembaga sosial keagamaan dipandang mampu mempercepat penerapan kebijakan hingga ke akar rumput.

Baca Juga: Kepala Pesantren Nurul Jadid, Kiai Abdul Hamid Wahid Raih Gelar Doktor Cumlaude

“Kami sedang fokus membangun sektor pendidikan, kesehatan, ketahanan pangan, UMKM, ekonomi kreatif, serta pemerintahan yang bersih dan melayani. Maka kehadiran dunia akademik dan mitra kerja sangat penting agar pembangunan menyentuh persoalan nyata masyarakat,” jelasnya.

Ia berharap, MoU ini tidak hanya menjadi seremonial, tetapi ditindaklanjuti dalam bentuk perjanjian kerja sama teknis (PKS) dengan indikator capaian yang jelas dan terukur.

“Mari jadikan Bondowoso sebagai ruang kolaborasi untuk tumbuh, berinovasi, dan berkontribusi demi kesejahteraan bersama,” pungkasnya. (ries/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat