KAHMI: Jejak Perjuangan yang Terus Menyala dari Solo hingga Nusantara
Oleh : Viva Yoga Mauladi
Baca Juga: Jurus MBG Ala Prabowo, Mampukah Taklukkan Lawan di Pilpres dan Dongkrak Suara Pileg 2029?
Wakil Menteri Transmigrasi, Presidium MN Kahmi (2012-2022)
Jakarta, JatimUPdate.id : Di sebuah ruangan sederhana di Kota Solo, September 1966, sejumlah tokoh alumni Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berkumpul. Mereka datang bukan sekadar untuk mengenang masa lalu, tapi memikirkan bagaimana semangat perjuangan HMI bisa terus hidup, bahkan setelah para kadernya lulus dari kampus.
Dari pertemuan itu, lahirlah tekad besar. Pada 17 September 1966, Korps Alumni HMI, atau yang kini dikenal sebagai KAHMI resmi didirikan. Sebuah rumah besar yang tak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga ladang pengabdian baru bagi mereka yang telah menanggalkan jaket hijau HMI.
Awalnya, KAHMI berperan sebagai badan khusus HMI, tempat konsultasi dan informasi. Namun, pada 1987, arah organisasi berubah. KAHMI melepaskan diri secara organisatoris dari HMI dan berdiri sebagai organisasi masyarakat independen. Sebuah keputusan besar yang kemudian mengantarkannya menjadi wadah strategis para alumni dalam berbagai lini kehidupan bangsa.
Kini, hampir enam dekade berselang, jejak para alumni HMI telah menyebar ke seluruh penjuru negeri.
Mereka hadir di lembaga negara, kampus, ruang sidang, media, hingga perusahaan-perusahaan rintisan. Dan KAHMI tetap menjadi benang merah yang menghubungkan mereka semua—lintas generasi, lintas profesi, lintas zaman.
Baca Juga: Peringati Milad ke-79, Kader dan Alumni HMI Lamongan Tanam Mangrove di Pantai Kandangsemangkon
KAHMI bukan sekadar organisasi alumni. Ia adalah ruang hidup yang memelihara jalinan antarkader, tempat para senior dan yunior saling belajar, berbagi, dan memperkuat nilai-nilai perjuangan. Di sanalah tradisi intelektual Islam yang berkemajuan terus disemai, agar tak pernah pudar oleh waktu.
Bagi kader muda, KAHMI adalah tempat bertumbuh. Bagi kader lama, KAHMI adalah ruang untuk terus memberi makna. Dan bagi semuanya, KAHMI adalah penjaga nyala semangat HMI yang tak boleh padam.
Namun yang paling penting: KAHMI tetap setia pada cita-cita HMI, yaitu mewujudkan masyarakat adil dan makmur yang diridai Allah SWT.
Dan tahun ini, dalam helatan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) dan Silaturahmi Nasional (Silatnas) 2025, KAHMI kembali memperkuat pijakannya. Bukan sekadar mengenang masa lalu, tapi menatap masa depan dengan visi yang teguh dan langkah yang terarah.
Baca Juga: Satu Tahun CKG, Wamen Viva Yoga: Masyarakat Sehat Negara Kuat Produktifitas Meningkat
KAHMI bukan hanya catatan dalam lembar sejarah HMI, ia adalah napas panjang perjuangan yang masih mengalir hingga kini. Ia hadir untuk terus menjawab tantangan zaman, mendampingi bangsa, dan menginspirasi generasi.
Sekarang 2025. Kemungkinan muncul sebuah pertanyaan besar Kira-kira berapa juta jumlah alumni HMI ? Tentunya ini perlu mendapatkan jawaban terkait upaya pembuatan data base alumni HMI sehingga jejaring alias networking alumni HMI dalam konteks positif guna mewujudkan Tujuan mulia HMI bisa terlaksana.
Dengan keyakinan besarnya jumlah alumni HMI, untuk itu KAHMI masih diperlukan, sesuai misi pendirian awalnya, yakni :
- Sebagai lembaga silaturahmi dan saling membantu antar alumni HMI;
- Sebagai lembaga cendekia yang merawat tradisi intelektual HMI agar menjadi sumber dari manusia Indonesia yang beriman, berilmu, beramal, dan cinta tanah air;
- Membantu perkaderan HMI;
- Membantu alumni muda dalam mengembangkan nilai profesi dan masa depannya.
- Melanjutkan misi HMI : ‘Bertanggujgjawab atas terwujudnya masyarakat adil makmur yang diridai Allah SWT.
Selamat Rakornas dan Silatnas KAHMI.
Yakusa !
Yakin Usaha Sampai. (ries/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat