Insiden Achmad Hidayat, Bimo: Krisis Lemahnya Penyelesaian Konflik di Internal PDIP Surabaya 

Reporter : -
Insiden Achmad Hidayat, Bimo: Krisis Lemahnya Penyelesaian Konflik di Internal PDIP Surabaya 
Aksi nekat Achmad Hidayat di depan kantor DPC PDIP Surabaya yang nyaris bunuh diri, dok Jatimupdate.id/roy

Surabaya, JatimUPdate.id - Pengamat politik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Ken Bimo Sultoni, menyebut ganasnya konflik internal PDIP Surabaya yang berbuntut aksi nekat Achmad Hidayat yang nyaris bunuh diri merupakan gejala patologis di internal partai.

Bimo menjelaskan gejala patologis tersebut menimbulkan krisis etika kaderisasi serta lemahnya mekanisme peyelesaian konflik antar kader.

Baca Juga: Armuji Bantah PAW Ketua DPRD Surabaya Mengerucut Tiga Nama: “Jare Sopo?”

"Menurut saya ini merupakan gejala patologis dalam tubuh partai, yakni krisis etika kaderisasi dan lemahnya mekanisme penyelesaian konflik," tutur Bimo melalui saluran WhatsApp Jatimupdate, Jum'at (18/7).

Bimo meminta agar Megawati Soekarnoputri harus terjun langsung untuk menyelesaikan konflik yang semakin akut ini. 

Pasalnya, papar Bimo tindakan Achamd Hidayat yang nyaris bunuh diri diindikasikan tersumbatnya saluran aspirasi kader di internal partai.

"Kalau misalkan memang suara-suara seperti Achmad tidak didengar oleh ketua umum Megawati Soekarnoputri, hal ini pasti mengindikasikan saluran aspirasi formal di internal partai sedang ada kebuntuan," urai Bimo.

Baca Juga: Cak Kusnan Demo Garingan 'tunggal', Prihatin Meninggalnya Siswa Ngada NTT

Menurut Bimo tindakan Achmad Hidayat yang nyaris bunuh diri tidak terkait perbedaan pandangan politik antar kader.

Namun, kata Bimo yang harus dilakukan oleh PDI Perjuangan saat ini transparan, serta adil dalam memberikan perlakuan terhadap semua kader

"Ini bukan lagi hanya soal perbedaan strategi politik, tapi ini tentang bagaimana partai mengelola loyalitas kader dalam sistem yang lebih transparan, adil, dan manusiawi," tegas Bimo. 

Baca Juga: Aksi Cak Kusnan "Menggugat Indonesia"

Maka dari itu, Bimo menekankan kader PDIP Surabaya di akar rumput bijak menyikapi tindakan Achmad Hidayat yang nyaris bunuh diri.

Bimo meyakini, jika kader di tataran akar rumput tidak bereaksi, ganasnya konflik internal PDIP Surabaya tidak semakin menjadi bola liar.

"Untuk saat ini semua kader di tataran akar rumput harus tenang dulu, harus bijak, harus bisa menempatkan diri untuk menahan diri," demikian Ken Bimo Sultoni. (Roy)

Editor : Miftahul Rachman