PUI Dorong Talenta Pesantren Tembus Global Lewat Program Jepang
Jakarta, JatimUPdate.id - Persatuan Ummat Islam (PUI) terus memperluas kontribusinya di bidang kemanusiaan dan pendidikan global. Salah satu langkah strategis yang tengah digencarkan adalah program pemagangan ke Jepang bagi generasi muda dari sekolah dan pesantren PUI. Program ini dibahas dalam pertemuan antara DPP PUI dan Head of Bakrie Center for Energy and Sustainability Universitas Bakrie, Dr. Muhammad Badaruddin, Rabu (23/07/2025).
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP PUI, Adhe Nuansa Wibisono, Ph.D., menyebut program pemagangan ke Jepang sebagai ikhtiar konkret PUI dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang siap bersaing di pasar global.
Baca Juga: PUI-Gelora Sepakat Bangun Kolaborasi Strategis Isu Palestina
“Kami ingin santri dan pelajar PUI memiliki akses ke pengalaman internasional. Dengan magang ke Jepang, mereka bisa membawa pulang disiplin kerja, teknologi, dan semangat inovasi,” ujar Adhe.
Lebih jauh, Adhe menjelaskan bahwa program ini bukan hanya soal pengiriman peserta ke luar negeri, tetapi bagian dari strategi besar PUI untuk memetakan potensi talenta muda dan menghubungkannya dengan sektor-sektor strategis. Ia menambahkan, “Kami ingin membentuk generasi muda Islam yang berkontribusi nyata pada penguatan ekonomi nasional.”
Dr. Badaruddin mendukung penuh inisiatif PUI tersebut. Menurutnya, keberhasilan program akan ditentukan oleh jejaring lintas sektor dan kesiapan institusional.
“Pemagangan ke Jepang bisa menjadi pintu masuk memperkuat daya saing bangsa jika didukung dengan kurikulum yang adaptif dan sinergi antar lembaga,” ungkapnya.
Pertemuan tersebut sekaligus menandai komitmen PUI untuk memperkuat kolaborasi dengan lembaga akademik dan pemikir kebijakan (think tank). PUI melihat pentingnya penyelarasan antara program kaderisasi internal ormas dengan perkembangan geopolitik dan ekonomi global.
Pada kesempatan itu, HLN DPP PUI menyerahkan buku pedoman Intisab PUI dan novel sejarah KH Abdul Halim kepada Universitas Bakrie sebagai simbol kerja sama berbasis keilmuan. Dr. Badaruddin mengapresiasi pendekatan PUI yang tidak hanya reaktif terhadap isu internasional, tapi juga membangun narasi keislaman yang visioner.
Dengan langkah ini, PUI berharap dapat memperluas jangkauan pengaruhnya, khususnya dalam membentuk generasi pemimpin masa depan yang memiliki pemahaman global, akar budaya kuat, dan semangat kebangsaan tinggi. Program pemagangan ke Jepang diproyeksikan menjadi model sinergi pendidikan berbasis nilai keislaman dan global competitiveness (*).
Editor : Redaksi