Hasil Operasi Patuh Semeru Kota Malang, Pelanggaran Lalu Lintas Melonjak, Kecelakaan Turun

Reporter : -
Hasil Operasi Patuh Semeru Kota Malang, Pelanggaran Lalu Lintas Melonjak, Kecelakaan Turun
Data resmi menunjukkan sebanyak 3.956 pelanggaran lalu lintas terdeteksi selama operasi tersebut. Mayoritas pelanggaran terekam oleh kamera ETLE, baik yang statis maupun mobile.

 

Malang, JatimUPdate.id - Pengawasan lalu lintas di Kota Malang semakin ketat dengan gencarnya penindakan pelanggaran melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE).

Baca Juga: Polresta Malang Kota Ungkap Hasil Penyelidikan Isu Begal di Kota Malang

Dalam pelaksanaan Operasi Patuh Semeru 2025 yang berlangsung selama 12 hari pada pertengahan Juli 2025, Satlantas Polresta Malang Kota berhasil mencatat ribuan pelanggaran.

Data resmi menunjukkan sebanyak 3.956 pelanggaran lalu lintas terdeteksi selama operasi tersebut. Mayoritas pelanggaran terekam oleh kamera ETLE, baik yang statis maupun mobile.

Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Isrofi, menguraikan,

“Sebanyak 2.163 pelanggaran terekam ETLE statis, 312 dari ETLE mobile, dan 1.481 ditindak secara manual,"  kata Kanit Penegakan Hukum Satlantas Polresta Malang Kota, Iptu Isrofi, Kamis (31/7/2025).

Pelanggaran paling dominan berasal dari pengendara motor yang tidak memakai helm, dengan jumlah mencapai 1.486 kasus.

Disusul pelanggaran tidak mengenakan sabuk pengaman sebanyak 1.420 kasus. Pelanggaran knalpot brong juga masih marak, tercatat sebanyak 652 kasus.

Selain itu, terdapat pelanggaran melawan arus (293 kasus), pengendara bermain ponsel saat berkendara (66 kasus), dan pengendara di bawah umur (39 kasus).

Jika dibandingkan dengan Operasi Patuh Semeru 2024, jumlah pelanggaran tahun ini melonjak tajam sebesar 44 persen.

Baca Juga: Tingkatkan Skill Pam Swakarsa, Polresta Malang Kota Berikan Pembinaan dan Pelatihan Satpam

Tahun lalu, tercatat hanya 2.756 pelanggaran, terdiri dari 1.847 pelanggaran ETLE statis, 646 ETLE mobile, dan 263 penindakan manual.

Namun, yang menarik perhatian adalah meski pelanggaran meningkat, angka kecelakaan justru menurun.

Pada 2025, hanya tercatat 6 kasus kecelakaan, turun dari 7 kasus pada 2024, atau penurunan sebesar 14 persen.

Menurut Iptu Isrofi, peningkatan jumlah pelanggaran bukan semata-mata akibat perilaku pengendara yang buruk, tetapi juga karena sistem ETLE kini bekerja lebih optimal dan mampu mendeteksi pelanggaran dengan lebih akurat.

“Operasi ini bukan hanya soal penindakan, tapi juga edukasi keselamatan bagi pengendara,” jelasnya.

Baca Juga: Polresta Malang Ungkap Sindikat Penjualan Bayi Di Medsos

Satlantas Polresta Malang Kota berkomitmen untuk terus meningkatkan patroli dan penindakan berbasis ETLE.

Selain itu, mereka juga akan menggencarkan sosialisasi pentingnya keselamatan berkendara, terutama penggunaan helm dan sabuk pengaman.

“Kami harap dengan dukungan ETLE dan edukasi yang berkelanjutan, masyarakat Kota Malang semakin tertib berlalu lintas dan angka kecelakaan dapat ditekan secara konsisten,” tutup Isrofi.

Data terbaru dari Operasi Patuh Semeru menunjukkan bagaimana teknologi dan edukasi dapat berjalan beriringan untuk menciptakan lingkungan berkendara yang lebih aman.

Meskipun pelanggaran lalu lintas meningkat, penurunan angka kecelakaan memberikan harapan bahwa kesadaran keselamatan mulai tumbuh. (dek/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat