Monev DD di Desa Ngembal, Upaya Transparansi dan Akuntabilitas Pembangunan Desa
Wajak, Malang, JatimUPdate.id – Pemerintah Desa Ngembal, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Desa sebagai bentuk komitmen nyata dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada hasil.
Baca Juga: Wabup Malang Apresiasi Peran Strategis GP Ansor
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan semua program pembangunan desa yang dibiayai oleh Dana Desa berjalan sesuai rencana, tepat sasaran, serta bermanfaat bagi masyarakat.
Acara Monev tersebut dipimpin oleh Haji Solihan, Plt. Kasi Pemerintahan Kecamatan Wajak, yang hadir langsung mengawal kegiatan bersama tim pendamping desa. Turut hadir Zainul Abidin selaku Pendamping Desa Kecamatan (Korcam), Ruris Dawara sebagai tim Monitoring PDTI, Dewi selaku Pendamping Desa (PD), serta Wiji dan Iwan selaku Pendamping Lokal Desa (PLD).
Selain itu, kegiatan ini juga melibatkan perangkat desa yang berperan aktif dalam proses pengawasan dan evaluasi.
Ruang Lingkup Monitoring dan Evaluasi
Monitoring kali ini mencakup pemeriksaan langsung terhadap 11 agenda pembangunan utama yang telah dianggarkan melalui Dana Desa tahun 2024.
Proses Pelaksanaan Monitoring
Kegiatan Monev dimulai dengan rapat koordinasi yang dilaksanakan di Balai Desa Ngembal.
Dalam rapat tersebut, Kepala Desa bersama perangkat desa memaparkan laporan penggunaan Dana Desa, progres pembangunan, dan hambatan yang dihadapi di lapangan.
Haji Solihan, selaku perwakilan kecamatan, memberikan arahan agar setiap program yang dijalankan dapat disertai dokumentasi administrasi dan bukti fisik yang jelas.
Setelah rapat, tim Monev bersama pendamping desa, perangkat desa melakukan peninjauan langsung ke lokasi pembangunan.
Di lapangan, mereka memeriksa kualitas pekerjaan, kesesuaian dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB), serta manfaat yang dirasakan masyarakat.
Beberapa pembangunan yang ditinjau antara lain: pagar taman yang telah rampung dan mempercantik area desa, saluran drainase yang kini berfungsi baik, serta paving jalan pertanian yang memudahkan akses warga dan petani dalam mengangkut hasil panen.
Selain itu, tim juga meninjau progres pembangunan gedung serba guna yang kini memasuki tahap penyelesaian akhir.
Program bedah rumah yang menjadi salah satu prioritas pemerintah desa juga telah berhasil direalisasikan kepada keluarga penerima manfaat sesuai kriteria yang telah ditetapkan.
Hasil Evaluasi dan Rekomendasi
Dari hasil evaluasi, mayoritas program pembangunan berjalan sesuai perencanaan.
Tim Monev memberikan apresiasi khusus terhadap program drainase dan paving jalan pertanian yang dinilai berhasil memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Namun, tim juga memberikan beberapa rekomendasi, di antaranya:
Perlu peningkatan pengawasan pada proyek-proyek yang masih berjalan agar sesuai jadwal.
Pemerintah desa diharapkan meningkatkan dokumentasi administrasi sebagai bukti pertanggungjawaban.
Perlu dilakukan sosialisasi kepada masyarakat mengenai pemeliharaan infrastruktur yang telah dibangun.
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan pembangunan agar lebih efektif.
Arahan dari Plt. Kasipem Kecamatan Wajak
Dalam kesempatan tersebut, Haji Solihan menegaskan bahwa kegiatan Monev merupakan instrumen penting untuk memastikan pembangunan desa berjalan dengan baik.
“Monitoring ini bukan hanya sekadar kewajiban administrasi, tetapi sebuah mekanisme kontrol yang memastikan semua program Dana Desa tepat sasaran. Pemerintah kecamatan akan terus mengawal setiap tahap pembangunan hingga selesai dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Haji Solihan.
Beliau juga menambahkan bahwa peran pendamping desa sangat penting untuk memberikan pendampingan teknis, memastikan administrasi sesuai aturan, dan membantu desa menyelesaikan kendala yang muncul.
Dukungan Pendamping Desa
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Mahasiswa UNITRI Berdayakan Desa Jombok
Zainul Abidin, selaku Pendamping Desa Kecamatan (Korcam), menegaskan pentingnya kerja sama antara pemerintah desa, kecamatan, dan pendamping desa dalam menciptakan pembangunan yang terarah.
Ruris Dawara dari tim Monev PDTI menambahkan bahwa penggunaan data yang akurat menjadi dasar dalam setiap keputusan pembangunan.
Sementara itu, Dewi selaku Pendamping Desa (PD) bersama Wiji dan Iwan sebagai Pendamping Lokal Desa (PLD) menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan agar setiap program pembangunan dapat dipantau secara intensif.
Monitoring dan Evaluasi Dana Desa yang dilaksanakan di Desa Ngembal pada Selasa, 05 Agustus 2025 berlangsung lancar dan berhasil memberikan gambaran yang jelas mengenai progres pembangunan desa.
Sinergi antara pihak kecamatan, pendamping desa, perangkat desa, dan masyarakat menjadi kunci dalam mewujudkan pengelolaan Dana Desa yang transparan dan akuntabel.
Dengan hasil Monev ini, Desa Ngembal diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam melaksanakan pembangunan yang terukur, partisipatif, dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.
Pewarta : Wiji, Pendamping Lokal Desa Wajak. (dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat