Dukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan, Mahasiswa Unitri Latih Petani Buat Pupuk Bokashi
Tutur, Pasuruan, JatimUPdate.id – Di tengah dinamika pertanian modern, warga Dusun Kranjan 2, Desa Tutur, Kecamatan Tutur, mengikuti pelatihan pembuatan pupuk bokashi yang membawa harapan baru bagi sektor pertanian lokal, Kamis (24/7/2025).
Baca Juga: Tingkatkan Kualitas Pelayanan Publik, Mahasiswa UNITRI Berdayakan Desa Jombok
Dan redaksi JatimUPdate.id mendapat rilis berita dari Humas Universitas Tribuana Tungga Dewi (Unitri) Malang pada Rabu, (6/08/2025).
Kegiatan bimtek ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah desa, komunitas peternakan setempat, dan tim pengabdian masyarakat dari Fakultas Pertanian Universitas Tribhuwana Tunggadewi (Unitri), khususnya mahasiswa Program Studi Peternakan.
Pelatihan yang berlangsung selama satu hari ini memberikan wawasan mendalam tentang pengolahan limbah organik menjadi pupuk bokashi yang ramah lingkungan dan memiliki nilai ekonomi tinggi.
Meskipun sederhana, materi yang disampaikan sangat relevan dan langsung dapat diaplikasikan oleh para petani.
Para peserta diajarkan pengenalan berbagai jenis bahan organik, teknik fermentasi bokashi, proses pencampuran bahan, serta cara penyimpanan dan pemanfaatan pupuk secara efektif di lahan pertanian.
Pendekatan teori yang kuat dipadukan dengan praktik langsung di kebun warga sehingga pemahaman peserta semakin mendalam.
Mahmud dan Rini, dua warga yang aktif mengikuti pelatihan, mengaku mendapatkan pengetahuan baru yang selama ini belum mereka ketahui.
Baca Juga: KKN UNP Kediri Sulap Semak Belukar Jadi Kampung Hijau Berbasis Zero Waste di Kelurahan Dermo
“Selama ini kami hanya mengenal pupuk kandang biasa. Dengan pelatihan bokashi ini, ternyata prosesnya lebih cepat dan hasilnya lebih baik untuk tanaman,” ujar Mahmud dengan antusias.
Praktik langsung mencampur bahan-bahan seperti dedak, kotoran ternak, molase, dan aktivator EM4 menjadi bagian penting dari pelatihan.
Metode ini memungkinkan petani memproduksi pupuk secara mandiri, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, sekaligus mengelola limbah organik secara efektif.
Program pengabdian masyarakat ini tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pertanian, tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya pertanian berkelanjutan di kawasan pedesaan.
Baca Juga: Mahasiswa UNITRI Dorong Digitalisasi UMKM Talas Alam
Dengan mengoptimalkan sumber daya lokal dan memanfaatkan teknologi sederhana, diharapkan ketahanan pangan di Desa Tutur dapat semakin kuat.
Kolaborasi antara pemerintah desa, komunitas peternak, dan akademisi menjadi contoh sinergi yang efektif dalam memberdayakan masyarakat dan mengatasi tantangan pertanian masa kini.
Pelatihan pembuatan pupuk bokashi di Dusun Kranjan 2 membuka peluang baru bagi petani lokal untuk meningkatkan produktivitas dengan cara yang lebih ramah lingkungan dan ekonomis.
Inisiatif ini mencerminkan langkah konkret dalam mendorong pertanian yang berkelanjutan sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa. Semoga pengalaman ini dapat menginspirasi komunitas lain untuk mengadopsi metode serupa demi masa depan pertanian yang lebih baik. (rilis/dek/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat