UPNVJT dan ITB Ahmad Dahlan Lamongan Gagas Produk Garam Berkelanjutan Melalui Kolaborasi dan Inovasi
Blitar, JatimUPdate.id – Upaya meningkatkan nilai tambah garam rakyat di Kabupaten Blitar selatan kini mendapat dukungan penuh dari dunia akademik.
Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur (UPNVJT) dan Institut Teknologi dan Bisnis Ahmad Dahlan (ITB-AD) Lamongan menjalin kolaborasi strategis bersama Kelompok Usaha Bersama (KUB) Fajar Samudra dalam program Sinergi Agromaritim untuk Pengembangan Produksi Garam Berkelanjutan dan Pemberdayaan Masyarakat Pesisir.
Program ini lahir dari keprihatinan atas rendahnya nilai jual garam rakyat di Blitar Selatan yang masih didominasi garam krosok dengan harga fluktuatif.
Melalui teknologi ramah lingkungan, diversifikasi produk, serta penguatan kapasitas masyarakat pesisir, kolaborasi ini diharapkan menjadi tonggak baru peningkatan ekonomi lokal.
Ketua Tim, Dr. Wiwik Handayani (UPNVJT), menegaskan pentingnya sinergi kampus dan masyarakat pesisir.
"Produksi garam rakyat memiliki potensi besar, tetapi nilainya masih rendah. Dengan kolaborasi ini, kami menghadirkan inovasi yang bukan hanya meningkatkan kualitas garam, melainkan juga memperluas pasar dan memperkuat kesejahteraan masyarakat pesisir," ujarnya dalam keterangan tertulis pada Sabtu, (23/08/2025).
Dari sisi pemberdayaan, Roudlotul Badi’ah, M.M. (ITB-AD Lamongan) menekankan bahwa masyarakat harus menjadi pelaku utama.
"Kami tidak sekadar memberi pelatihan, tetapi membangun kesadaran bahwa garam adalah komoditas strategis. Kolaborasi ini memperkuat kapasitas masyarakat agar lebih mandiri dan mampu bersaing di pasar," kata Dosen Muda ITB-AD Lamongan.
Sementara itu, Firra Rosariawari, M.T (UPNVJT) menambahkan bahwa pendekatan ramah lingkungan menjadi fondasi utama.
“Kami mengedepankan teknologi produksi yang bersih dan sesuai dengan kondisi lokal. Prinsip ramah lingkungan menjadi landasan agar inovasi garam ini benar-benar berkelanjutan," jelasnya.
Baca Juga: Bimtek TPK se-Kecamatan Wlingi Perkuat Peran Masyarakat dalam Pelaksanaan Pembangunan Desa
Selain dosen, mahasiswa juga berperan aktif sebagai agen muda perubahan.
Ihya Nidarul mahasiswa UPNVJT Program Studi Manajemen menyampaikan fokus pemasaran produk dengan metode digitalisasi.
“Kami fokus pada literasi keuangan dan pemasaran digital agar produk garam dari Blitar bisa dipasarkan lebih luas, bahkan menembus pasar regional," ucap
Pada saat yang sama, Mohammad Bintang Wibowo mahasiswa UPNVJT Program Studi Teknik Lingkungan, mendorong inovasi olahan turunan garam dengan teknik sederhana agar masyarakat dapat segera memanfaatkannya sebagai peluang usaha baru.
Di samping itu, Rino Damara yang juga mahasiswa dari UPNVJT, Program Atudi Agroteknologi mengatakan selain produk garam, pesisir Blitar memiliki potensi besar pada rumput laut. Integrasi keduanya akan melahirkan ekosistem usaha agromaritim yang berkelanjutan.
Baca Juga: Golo FC Juarai Turnamen Futsal di Kota Blitar
Kolaborasi ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Sukani selaku Ketua KUB Fajar Samudra, menyampaikan apresiasinya dengan adanya pelatihan pembuatan garam inovatif.
"Selama ini kami hanya memproduksi garam krosok dengan harga fluktuatif. Melalui pelatihan ini, kami belajar membuat garam inovatif seperti white salt, blue salt, dan yellow salt. Harapan kami, produk ini bisa dipasarkan lebih luas dan meningkatkan pendapatan anggota," pungkas Sukani dengan harapan besar terhadap produk garam inovatif.
Dengan pendampingan intensif, anggota KUB Fajar Samudra kini mampu memproduksi garam inovatif sesuai standar teknis. Hasil ini membuka peluang baru pemasaran, baik untuk kebutuhan konsumsi maupun sektor perikanan.
Kolaborasi antara UPN Veteran Jawa Timur, ITB Ahmad Dahlan Lamongan, dan KUB Fajar Samudra diharapkan menjadi model triple helix yang melibatkan perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah daerah untuk memperkuat daya saing ekonomi pesisir Indonesia.
Pewarta : Wahyu Bahruddin. (rio/yh)
Editor : Yuris. T. Hidayat