Dari Refleksi hingga Pantun, Ady Kriesna Kembali Terpilih Pimpin Golkar Bondowoso

Reporter : -
Dari Refleksi hingga Pantun, Ady Kriesna Kembali Terpilih Pimpin Golkar Bondowoso
Ady Kriesna terpilih kembali memipin DPD Golkar Bondowoso untuk periode keduanya, musda Golkar kali ini kembali mempercayakan pada sosok alumni FH Universitas Muhammadiyah Jember itu untuk periode 2025-2030.

 

Bondowoso, JatimUPdate.id, – Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Bondowoso, Sabtu (20/9/2025), berlangsung hangat.

Baca Juga: BREAKINGNEWS: Jembatan Sukowiryo di Jalan Mastrip Bondowoso Ambrol Satu Sisi, Akses Dibatasi Ketat

Aula tempat acara digelar penuh warna kuning bendera dan atribut Golkar. Di tengah tepuk tangan kader, Ady Kriesna kembali terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD Partai Golkar Bondowoso periode 2025–2030.

Itu berarti, ia akan menahkodai partai berlambang pohon beringin ini untuk dua periode berturut sejak 2020.

Namun, Kriesna tak sekadar bicara soal jabatan. Dalam pidatonya, ia menekankan pentingnya refleksi.

“Sejak awal memimpin sebenarnya banyak ide yang akan dilakukan. Namun seiring berjalan, tidak semua ide itu sesuai harapan,” ucap Ady Kriesna lirih.

Meski mengakui ada kekhilafan dan kekurangan, Kriesna patut berbangga. Di bawah kepemimpinannya, Golkar Bondowoso berhasil menambah kursi legislatif: dari enam kursi di Pemilu 2019 menjadi tujuh kursi pada Pemilu 2024.

Lebih dari itu, Golkar juga berperan besar mengantarkan pasangan RAHMAD (Ra Hamid – Ra As’ad) ke kursi bupati dan wakil bupati Bondowoso.

“Tugas ketua partai tidak hanya membangun gedung dan menaikkan kursi, tetapi mewariskan nilai-nilai yang baik,” tegas pria yang juga Wakil Ketua DPRD Bondowoso ini.

Pantun Politik di Musda

Suasana Musda makin semarak saat Kriesna menyampaikan tiga pantun, salah satunya dalam bahasa Madura.

Setiap bait pantun disambut tawa, senyum, hingga tepuk tangan panjang dari para kader.

“Busa putih beraroma bangir. Sepatu tertukar belum disemir. Bupati dan wakil bupati tak usah khawatir. Partai Golkar ada setia mengawal hingga akhir,” katanya.

Baca Juga: Retribusi Administrasi Dihapus, Raperda Pajak Baru di Bondowoso Permudah Layanan Publik

Pantun berikutnya menegaskan simbol pohon beringin sebagai peneduh di tengah panasnya politik.

Sementara pantun berbahasa Madura ia tutup dengan pesan: hanya beringin yang mampu menyejukkan, ketika yang lain membuat gerah.

Apresiasi dari Bupati dan DPD Golkar Jatim

Bupati Bondowoso, Abdul Hamid Wahid, yang hadir dalam acara itu menyebut Golkar sebagai mitra strategis.

“Dalam pemerintahan banyak konsep yang dituangkan oleh Golkar. Harapan kita, Golkar terus menjadi mitra strategis Pemkab Bondowoso,” ujarnya.

Ra Hamid mengajak Musda kali ini jadi momentum meneguhkan komitmen bekerja nyata untuk rakyat.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Timur, Ali Mufthi, memberi catatan penting. Menurutnya, Golkar harus hadir di tengah masyarakat dengan merangkul, merespons, dan memberi solusi atas persoalan rakyat.

Baca Juga: Bupati Bondowoso Resmi Buka Festival Ramadhan 2026, Dorong Ekonomi Rakyat dan Pelestarian Budaya

Ali Mufthi juga menilai kiprah generasi muda di tubuh Golkar Bondowoso sebagai warisan berharga.

“Gen Z harus dipersiapkan sejak dini untuk berpartisipasi aktif dalam politik. Ini legacy luar biasa yang diciptakan Mas Kriesna dan teman-teman di Bondowoso,” katanya.

Lanjutkan Kolektivitas

Meski kembali terpilih sebagai ketua, Ady Kriesna menegaskan arah program kerja ke depan akan dirumuskan secara kolektif melalui sidang komisi Musda.

“Fondasinya adalah hasil sidang komisi. Jadi siapa pun pemimpinnya, program kerja partai akan ditentukan di forum resmi Musda,” tegasnya.

Dan di ujung Musda XI ini, satu hal tampak jelas: Golkar Bondowoso di bawah Kriesna bukan hanya bicara angka kursi, tetapi juga soal warisan nilai, loyalitas, dan komitmen hadir di tengah rakyat. (ries/ries/mmt)

Editor : Miftahul Rachman