Kota Kediri Menjadi Pionir Edukasi Rupiah, Disdik dan BI Integrasikan ke Mata Pelajaran Sekolah

Reporter : -
Kota Kediri Menjadi Pionir Edukasi Rupiah, Disdik dan BI Integrasikan ke Mata Pelajaran Sekolah
Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kediri menggulirkan program Sekolah Generasi Muda Rupiah (SERAGAM), sebuah inovasi pendidikan yang menanamkan nilai cinta, bangga, dan paham rupiah sejak bangku sekola

 

Kediri, JatimUPdate.id – Kota Kediri makin menegaskan diri sebagai kota pelajar.

Baca Juga: BI Checking atau SLIK yang Mencekik

Terbaru, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Kediri bersama Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kediri menggulirkan program Sekolah Generasi Muda Rupiah (SERAGAM), sebuah inovasi pendidikan yang menanamkan nilai cinta, bangga, dan paham rupiah sejak bangku sekolah dasar hingga menengah pertama.

Program yang tercetus sejak 2024 ini kini resmi diintegrasikan ke dalam mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) untuk SD dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk SMP.

Untuk mematangkan pelaksanaannya, Senin (22/9/2025), digelar Training of Trainer (ToT) Implementasi Modul Ajar Terintegrasi Edukasi Rupiah di Aula Ki Hajar Dewantara, Kantor Disdik Kota Kediri.

Kepala Disdik Kota Kediri, Moh Anang Kurniawan, menyebut guru memiliki peran sentral dalam menghidupkan modul ajar.

“Kami berikan kewenangan kepada guru untuk berinovasi. Bisa berupa permainan, cerita, atau metode lain yang membuat siswa lebih dekat dan mencintai rupiah,” jelas Moh Anang.

Baca Juga: Kasus Lahan Tol Bandara Dhoho Kediri Tetap Diproses, Jaksa Tegaskan Masuk Pidana Umum

Tak hanya modul, Disdik dan BI juga menyiapkan lomba inovatif sebagai tindak lanjut. Ada dua kategori yang dibuka: Inspirasi Rupiah (22 September–5 Oktober 2025) untuk lomba inovasi pembelajaran, serta Potret Rupiah (22 September–18 Oktober 2025) berupa lomba fotografi edukatif.

Informasi lebih lanjut bisa diakses melalui laman resmi lomba.

Deputi Kepala KPw BI Kediri, Deasi Surya Andarina, menegaskan rupiah bukan sekadar alat tukar, melainkan juga mengandung nilai budaya yang harus dikenalkan sejak dini.

“Tidak hanya cinta dan bangga, tapi juga paham. Anak-anak akan diajarkan menabung, menata keuangan, hingga mengelola rupiah dengan bijak. Jadi bukan sekadar teori, tapi juga soft skill,” katanya.

Baca Juga: Tergugat Mangkir, Sidang Gugatan Nenek 72 Tahun Ditunda

Bagi Kediri, program SERAGAM menambah catatan sebagai daerah yang konsisten mengedepankan inovasi pendidikan.

Dengan basis Kota Pelajar dan ekosistem digital yang berkembang pesat, Kediri digadang menjadi pionir edukasi rupiah di Jawa Timur.

“Harapannya konsep cinta, bangga, paham rupiah bisa menular ke masyarakat luas, berawal dari siswa sekolah dasar di Kota Kediri,” pungkas Deasi. (mam/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat