Basarnas: Korban Meninggal Ambruknya Ponpes Al Khoziny 66 Orang

Reporter : -
Basarnas: Korban Meninggal Ambruknya Ponpes Al Khoziny 66 Orang
Suasana Tim Basarnas dan Tim BNPB berada di tenda ruang koordinasi proses evakuasi Korban Musholla Ponpes Al Khoziny.

 

Sidoarjo, JatimUPdate.id - Upaya pencarian korban runtuhnya bangunan musala Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo, terus dilanjutkan hingga Senin (6/10/2025) malam.

Baca Juga: Dibuka Anggota Dewan, BPBD Jatim Awali Kegiatan SPAB 2026 di SMAN 1 Dawarblandong Kab. Mojokerto

Memasuki hari kedelapan pascakejadian, tim SAR gabungan masih bekerja tanpa henti mengevakuasi para korban dari reruntuhan bangunan tiga lantai tersebut.

Berdasarkan data Badan SAR Nasional (Basarnas), total korban mencapai 170 orang, terdiri dari 104 orang selamat dan 66 orang meninggal dunia.

Hingga pukul 23.00 WIB, tim berhasil mengevakuasi 13 jenazah tambahan. Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 21.03 WIB.

Kepala Basarnas Marsda Mohammad Syafii meninjau langsung proses evakuasi di lokasi pada Senin sore.

Dia menegaskan bahwa pencarian akan terus dilakukan selama 24 jam tanpa jeda, hingga seluruh korban berhasil ditemukan.

Baca Juga: Dalami Persoalan Bencana, Kolaborasi Tim Pemprov Jatim Ikuti Short Course Kebencanaan di Jepang

“Pencarian tidak akan berhenti sampai lokasi benar-benar bersih. Operasi baru akan kami nyatakan selesai bila sudah tidak ada lagi korban yang ditemukan,” ujar Syafii di sela peninjauan.

Syafii mengaku belum bisa memastikan kapan operasi pencarian selesai. Menurutnya, bisa jadi operasi rampung malam ini, besok pagi, atau bahkan siang hari, tergantung situasi di lapangan.

Ia menambahkan, proses evakuasi dilakukan dengan sangat hati-hati karena struktur bangunan yang runtuh masih terhubung dengan gedung di sebelahnya. Penggunaan alat berat pun harus diperhitungkan secara cermat agar tidak menimbulkan reruntuhan tambahan.

Baca Juga: Kolaborasi Bareng BKOW Jatim, BPBD Kenalkan Penanganan Bencana kepada Organisasi Wanita se-Jatim

“Material reruntuhan ini masih terkoneksi dengan bangunan di sebelah, sehingga perlu proses pemotongan struktur terlebih dahulu,” jelasnya.

Marsda Syafii menegaskan bahwa operasi pencarian di Ponpes Al Khoziny termasuk dalam kategori operasi khusus, karena melibatkan banyak instansi lintas sektor. Basarnas sendiri telah memperpanjang masa operasi, yang menurut aturan dapat dilakukan setiap tiga hari.

“Operasi normal biasanya tujuh hari jika dilakukan secara mandiri, tapi kali ini karena bersifat khusus dan melibatkan banyak instansi, maka perpanjangan dimungkinkan,” tukasnya.(ih/yh)

Editor : Yuris. T. Hidayat